Review Tips ala Toby Meadows Sebelum Memulai Usaha Fashion

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Menjalankan usaha fashion yang sukses pada dasarnya lebih membutuhkan sektar 90 persen ketajaman pemikiran bisnis dan hanya sekitar 10 persen kemampuan artistik. Itulah kalimat pengantar dari sebuah buku yang ditulis oleh Toby Meadows bertajuk “ How to Set Up and Run a Fashion Label” yang terbit pada tahun 2012 lalu.

Menurut Toby, sebagian besar label pemula yang dikelola oleh sang desainer dengan talenta besar, namun minim wawasan bisnis, tak sedikit dari mereka yang harus berakhir dengan kegagalan. Sebaliknya, seperti yang kita lihat banyak pula label fashion yang meski pendirinya bukan seorang desainer, tapi bisa sukses besar di pasaran.

Sebagai informasi, Toby Meadows adalah seorang konsultan bisnis mode sekaligus Direktur sebuah label pakaian wanita  Belle & Bunty yang berbasis di London. Dalam buku ini, Toby berupaya menjembatani jurang antara desain dan sisi bisnis saat menjalankan usaha label fashion sendiri. Dari 13 bab, saya akan berupaya merangkumnya dalam empat poin besar saja, sisanya bisa cari bukunya sendiri yah 😀

Apa Arti Sebuah Nama?

usaha
sumber: harper’s bazaar

Dalam industri mode, tentu sangat penting menentukan nama dan logo secara tepat, karena merupakan bagian integral dalam membentuk sebuah citra brand. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melakukan riset kompetitor dan  melihat tren.

Beberapa desainer produk mewah papan atas kerap menggunakan namanya sendiri sebagai merk, misalnya Marc Jacobs, Alexander McQueen, Coco Chanel, sampai mantan personil Spice Girls yang kini menggeluti bidang desain, Victoria Beckham dan masih banyak lagi.

Sebaliknya, perusahaan ritel grup GAP, tidak banyak mengungkap desainer di balik merk-merk di bawah naungannya, seperti Old Navy atau Banana Republic. Namun, dengan strategi pemasaran yang tepat dan kampanye iklan yang efektif, merk-merk mereka jadi mudah diingat serta mampu mencerminkan jenis produk yang mereka jual, sekaligus kepribadian mereknya.

Di Indonesia, kamu bisa mengecek daftar merk yang sudah digunakan di situs resmi Kemenkumham, pilih menu kategori penelusuran merk. Bagaimana pun juga merk punya nilai tinggi dan berpotensi menjadi intangible asset, sehingga kamu harus  mencari nama yang belum digunakan perusahaan lain dan segera mendaftarkannya,

Riset dan Kenali Pasar

usaha
sumber: datamangroup

Banyak label fashion baru menghabiskan waktu tiga sampai empat musim pertama hanya untuk mencari tahu siapa konsumen mereka, di mana mereka belanja, apa yang tepat atau tidak bagi mereka. Semakin banyak sebuah brand tahu tentang pasar yang dimasuki, semakin brand bisa yakin akan kelangsungan bisnisnya.

Lebih penting lagi, semakin banyak penelitian yang dilakukan sebelum menghabiskan uang untuk pengembangan sample produk pertama, semakin banyak pula uang yang akan dihemat dalam jangka panjang.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah membuat profil konsumen, dari mulai demografi  hingga  perilaku mereka, seperti usia, tempat tinggal, status hubungan, kebiasaan belanja (impulsif vs diskon), pendapatan dan pengeluaran sehari-hari, loyalitas pada merk tertentu, suka mengikuti tren atau tidak, media yang dikonsumsi, musik favorit, selebriti yang mereka suka dan lain-lain (silahkan menambah list sendiri hehe).

Langkah kedua, perhatikan kompetitor, nah cara ini terbilang lebih mudah karena kita bisa menghemat waktu dan uang dengan menggunakan hasil penelitian yang sudah dilakukan pihak lain. Jika produk serupa bisa berjalan baik di pasar maka kita pun bisa merasa yakin bahwa ada ceruk pasar untuk produk kita.

Namun, tugas kita berikutnya adalah mengidentifikasi siapa lawan kita dalam pasar tersebut? Lakukan analisa klasik SWOT (Strengthness, Weakness, Opportunity, Threat) terhadap kompetitor, kemudian cari karakter / positioning brand sendiri dan tunjukkan kepada pasar apa yang membuat brand ini istimewa?

Sampaikan Pesan

usaha
sumber: metro

Sebagai label fashion baru, harus juga mampu menyampaikan pesan yang kuat dan khas. Jadi, apakah brand kita ingin terlihat muda, sophisticated, edgy, mewah, terjangkau, mudah didapat, unik, aneh, trendi, konservatif, fungsional atau eksklusif?

Promosi adalah cara menyampaikan pesan kepada target pasar yang dituju. Jika menjual secara ritel, maka targetnya adalah konsumen akhir (end user), sedangkan jika menjual grosir targetnya adalah pengusaha ritel.

Untuk jenis-jenis promosi bisa dibaca 10 Ide Jitu Berpromosi untuk Lejitkan Omset

Keuangan

usaha
sumber: businessinsider

Terakhir, namun sangat krusial adalah membuat laporan keuangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Sesuaikan rencana bisnis dengan mulai memperhitungkan biaya mulai usaha, menghitung uang yang akan dihasilkan dengan asumsi penjualan tertentu dalam jangka waktu tertentu, memeriksa sumber pendanaan, hingga menentukan harga jual produk dan margin yang ingin diraih. Laporan keuangan secara umum terdiri dari tiga bentuk, yakni laporan arus kas, laporan laba rugi, dan balance sheet.

 

Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published.