Ini 4 Kesalahan dalam Content Marketing

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

pemasaran konten

Dalam era digital dan internet marketing masa kini, konten menjadi salah satu kekuatan yang diandalkan untuk mendukung pemasaran sebuah brand atau bisnis. Itulah mengapa, begitu banyak para content creator hadir dan mewarnai jagad dunia maya dan sosial media, dari mulai selebgram, blogger, youtuber, vlogger dan lainnya.

Kepopuleran mereka juga banyak dimanfaatkan brand untuk memperkenalkan brand atau mendongkrak penjualan. Tak jarang, banya brand dan perusahaan rela merogoh kocek dalam-dalam demi bisa dipromosikan oleh para seleb medsos itu. Kendati, kehadiran dan peran mereka penting, tentu tetap penting bagi sebuah brand untuk merumuskan konsep konten sendiri sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan brand kepada audiens yang jadi target pasarnya.

Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang melakukan kesalahan strategi pemasaran konten. Berikut ini adalah rangkuman yang disampaikan Joe Lazauskas, Editor in Chief Contently yang dirangkum dari Marketeers.com.

Anggap remeh kemampuan editorial

Pemasaran konten sangat penting dalam membangun brand dan trafik dari sebuah situs web. Dengan berkembangnya dunia digital dan pemasaran konten mengakibatkan posisi editorial makin dibutuhkan oleh banyak merk atau perusahaan. Sayangnya, masih saja ada pemahaman keliru bahwa keterampilan editorial itu bisa dibangun dalam sekejap. Padahal, untuk mewujudkan publikasi besar dan audiens yang loyal, sebuah merk membutuhkan tim editorial yang andal. Dengan kata lain, pemasaran konten bukanlah pekerjaan sampingan yang bisa dianggap remeh.

Terjebak gaya kampanye dan iklan

Hal ini kerap kita temui, bahwa banyak perusahaan yang melakukan pemasaran konten dan terjebak dalam gaya kampanye. Biarpun, sebuah situs web perusahaan berisi begitu banyak artikel yang selalu diperbarui, tapi jika isinya hanya kampanye dan iklan perusahaan, maka bisa dipastikan tujuan pemasaran konten tidak akan tercapai. Pemasaran konten butuh keberlanjutan dan visi menyeluruh agar perusahaan tidak kehilangan momentum untuk membangun ikatan dengan audiens.

Tidak ada distributor konten

Bagaimana jadinya ketika kita sudah susah payah membuat pemasaran konten, tapi tidak yang membaca? Nah, tanpa adanya audiens bisa dibilang upaya pemasaran konten semacam ini sudah gagal. Maka, merk atau perusahaan wajib memiliki strategi untuk mendistribusikan konten tersebut.

Anggapan tak ada ROI

Tak jarang pula, banyak orang berpikir bahwa upaya pemasaran konten hanya sekedar buang-buang anggaran tanpa hasil atau Return of Investment (ROI). Banyak pula yang menganggap bahwa keberhasilan pemasaran konten tidak ada indicator yang jelas.

Padahal, kontribusi pemasaran konten pada bisnis tidak bisa instan dan butuh proses. Ini yang membuat banyak pelaku usaha tidak sabar untuk segera mendapat hasil. Joe Lazauskas mengatakan, ROI atas upaya pemasaran konten yang dilakukan sangat penting asalkan merk atau perusahaan sudah melakukan segala tahapan dengan benar.

Baca juga: Lima Strategi Sukses Pemasaran di Sosial Media

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.