Strategi Pemasaran Jitu lewat Funneling

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Jumlah pengguna media sosial yang makin booming seiring perkembangan teknologi membuat tiap pemilik brand bisa mendapat peluang trafik yang tinggi. Lewat strategi funneling yang tepat, trafik tersebut bisa diubah menjadi list building yang pada akhirnya akan menghasilkan penjualan.

Salah satu strategi pemasaran funneling yang cukup sering digunakan para pemasar adalah email marketing. Tanpa memiliki database, seluruh upaya kampanye pemasaran kita hanya jadi sia-sia. Namun, jika kita tak mampu membuat konten menarik bagi mereka, ada kemungkinan para prospek yang sudah susah payah didapatkan, malah melakukan “unsubscribe”.

Berdasarkan data, database email marketing bisa mengalami pengurangan 22,5 persen per tahun. Ada gula, ada semut. Pepatah ini cocok diandaikan konten sebagai gula, dan semut sebagai audiens. Tanpa, kita mampu menyediakan gula, mereka pun akan pergi dengan sendirinya.

Baca juga: 5 Plugin Email Subscription Popup Terbaik untuk WordPress

Sebagai pemasar, tentu saja tugas kita adalah memastikan untuk terus mendapat kontak baru agar kampanye pemasaran yang dilakukan bisa berjalan efektif. (Tidak disarankan membeli database email). Baca alasannya di sini Kenapa Sebaiknya Tidak Membeli Database Email

Di era internet, para pemasar dan sales dituntut harus memahami pentingnya  teknik mengumpulkan fans atau prospek untuk mencapai target penjualan. Dalam content marketing, sangat dikenal istilah seperti, top of the funnel (ToFu) atau cold prospect, middle of the funnel (MoFu) misalnya lewat penawaran e book, voucher, atau atau below of the funnel (BoFu) misalnya, lewat demo, testimoni, supaya orang tertarik menjadi pengikut atau subscribers hingga akhirnya terjadi konversi penjualan.

Berikut adalah beberapa cara yang harus dilakukan untuk menggaet prospek yang sekiranya tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan:

  1. Buat konten email yang menarik. Konten yang dibuat haruslah menarik agar prospek kamu tetap betah dikirimi email. Bahkan mereka tak segan untuk membaginya kepada teman, atau koleganya jika konten itu benar-benar bermanfaat.
  2. Dorong pelanggan email kamu untuk membagi konten itu, lewat “social sharing button” atau “email to a friend button” di fitur email marketing. Dengan demikian, kamu akan mendapat lebih banyak
  3. Promosikan kontes online, semacam giveaway, voucher, e-book gratis dengan catatan mereka harus memasukkan alamat email.
  4. Gunakan Facebook page untuk mempromosikan penawaran dalam upaya mendapat alamat email.
  5. Optimasi website dengan form registrasi email. Jangan sia-siakan trafik dari website.
  6. Strategi piggyback di mana kamu bisa saling bertukar link konten dengan bisnis tetangga yang punya niche mirip.
  7. Terakhir, namun tetap penting adalah rajin dan konsisten melakukan promo, misalnya lewat iklan di media sosial untuk hasil yang lebih cepat.
Sumber: hubspot

Leave a Reply

Your email address will not be published.