Pentingnya Growth Hacking untuk Bisnis Online

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

growth hacking indonesia

Belakangan tahun terakhir seiring makin berkembangnya era dunia digital , mungkin anda kerap mendengar istilah growth hacking. Makhluk apa pula itu?

Mungkin banyak orang berpikir sejak lama, bahwa yang namanya bisnis online itu sekedar modal gadget sama jempol. Jawabannya salah, karena pada kenyataannya (berdasarkan pengalaman pribadi hehe..) proses penjualan di dunia maya tidak semudah bayangan.

Belum lagi, tingkat kepercayaan masyarakat di Indonesia yang sebetulnya masih cenderung minim terhadap jual beli online. Misalnya, dari hampir sekitar 100 juta pengguna internet, mungkin tidak sampai 20 persen yang aktif melakukan belanja online.

Pakar branding Indonesia, Subiakto mengatakan, bahwa ada perbedaan mendasar antara membangun brand di masa lalu, dengan membangun brand di masa kini setelah masuk era digital atau biasa disebut “Brand After Google”.

growth hacking indonesia

Saat ini, dikenal pula yang namanya ZMOT (Zero Moment of Truth) yakni ketika para calon konsumen tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang produk atau jasa yang ingin dibeli, kemudian mereka melakukan riset dan browsing membandingkan antar satu dengan yang lain, setelah itu memutuskan untuk membeli atau tidak. Namun, apakah se-simple itu?

Dari sinilah maka dikembangkan Growth Hacking   yang merupakan pengembangan teknik marketing oleh perusahaan-perusahaan startup bidang teknologi berbasis kreativitas, kemampuan berpikir analitis dan metrik-metrik sosial untuk menjual produk dan mendapatkan pemberitaan / publikasi (Holiday, Ryan (17 Desember 2012), Fast Company).

Dikutip dari marketing.co.id, para pelaku Growth Hacking, yakni para Growth Hackers  adalah kumpulan individu yang memiliki penguasaan mahir mengenai teknik SEO (Search Engine Optimization), analisa situs, pemasaran konten dan A/B testing yang sudah digunakan secara umum.

Para growth hackers sangat berguna bagi perusahaan-perusahaan yang masih di level pemula dan memiliki keterbatasan dana. Karenanya mereka memiliki kepandaian menemukan alternatif, selain pemasaran tradisional yang menelan banyak anggaran, misalnya beriklan di media televisi atau media cetak.

Pada umumnya, dalam growth hacking terdapat 5 tahapan yang terdiri dari akuisisi, aktivasi, retensi, referral, revenue yang merupakan proses dari user lifecycle dalam dunia bisnis online. Berikut penjelasannya:

  • Akuisisi – Inilah tahapan awal, yang mesti terlihat mudah, nyatanya susahnya setengah mati. Untuk menjalaninya, diperlukan fokus dan konsistensi luar biasa. Bahkan, diperlukan pula pengetahuan mengenai target pasar yang dibidik. Benarkah produk kita diinginkan oleh pasar? Tahapan ini dikenal dengan istilah akuisisi pelanggan, ketika pengguna pertama kali mengunjungi sebuah website karena mengetahui dari blog, media, word of mouth, SEO, SEM, sosial media atau chanel
  • AktivasiNah, jika orang menyukai website anda dan menemukan manfaat untuk dirinya, maka mereka bersedia mendaftar akun, bahkan berlangganan newsletter bila ada. Teknik yang dilakukan antara lain, membuat landing page, youtube marketing, konten blog, email marketing berisi bonus tertentu dan mengukur bounce rate (tingkat seberapa lama, mereka melihat-lihat situs kita).
  • Retensi – Inilah tahapan di mana pengguna akan kembali mengunjungi website anda bisa melalui teknik email marketing, membuat kampanye atau kontes dan mereka pun berpotensi menjadi pelanggan anda secara aktif serta tidak sekedar melihat produk atau fitur website saja.
  • Referral – Pelanggan yang aktif mereferensikan produk-produk yang terdapat di dalam website kepada teman atau keluarga berdasarkan pengalamannya.
  • Revenue – Ini fase paling penting karena anda akan mulai menghasilan pendapatan dari iklan, atau penjualan produk dan jasa lewat website atau situs yang dikelola.

Setiap langkah saling berhubungan dan menentukan seberapa besar yang didapat. Seperti halnya, piramida dalam sales funnel, lifecycle ini berbentuk seperti piramida terbalik. Semakin ke bawah semakin mengerucut, artinya persentase yang didapat semakin kecil.

growth hacking indonesia
dok. neilpatel

Jadi, semakin banyak dan rajin anda melakukan proses di tahapan pertama yakni akuisisi pelanggan, maka semakin banyak prospek yang didapat, dan pastinya semakin besar pula anda mendapat banyak pelanggan J Cara ini tentu jauh lebih murah dibanding menggunakan media tradisional, televisi, cetak atau spanduk.

Dilansir dari StartupBisnis, Andy Johns, Product Manager di Quora, mengatakan bahwa yang penting itu bukan hanya pengguna baru yang mendaftar. Seorang growth hacker harus fokus untuk mempertahankan pengguna yang sudah ada dan juga memperhatikan pengguna lain yang pergi atau menutup akun mereka.

Sedangkan, Product Manager Twitter, Paul Rosania mengatakan, pekerjaan growth hacker adalah menguji banyak ide, mengoptimasi kesuksesan secara terus-menerus dan dengan cepat menyingkirkan hal yang tidak berguna.Growth tidak bisa dilakukan hanya dengan satu cara saja.

Kuncinya adalah selalu siap untuk langkah selanjutnya. Growth hacking adalah cara baru yang sebetulnya murah. efektif. praktikal dan tersedia bagi siapapun yang ingin serius dan konsisten melakukannya 😉

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.