Gary Vaynerchuk: Semua Orang Harus Bisa Content Marketing

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
gary vaynerchuk indonesia
sumber: conceptdrop

Selama ini mengerjakan konten dianggap menyita banyak energi, waktu, dan uang bagi sebagian orang yang menggeluti bisnis online. Namun bukan rahasia lagi, bahwa kita semua memang tengah hidup pada era di mana semua orang adalah perusahaan media.

Seorang penulis buku best seller sekaligus serial entrepreneur, Gary Vaynerchuk kerap menyatakan, bahwa konten adalah cara terbaik untuk memasarkan produk sekarang ini.

Dalam konteks komunikasi brand, konten menjadi salah satu strategi membangun ikatan emosional dengan audiens sebelum akhirnya mereka membeli. Misalnya, beri value kepada calon prospek dengan membuat video tutorial, resep baru, atau kartun lucu. Berikan  sesuatu yang benar-benar mereka inginkan.

Sayangnya, banyak orang lupa bahwa konten yang hebat selalui didahului oleh konteks. Seperti yang selalu diungkap Gary, “Content is king, but context is God”. Berikut adalah beberapa tips Gary untuk menciptakan konteks yang tepat bagi audiens:

Kaji platform dan audiens-nya

Pertama-tama, tentu saja kita harus mengkaji platform yang akan digunakan serta psikologis orang-orang yang ada di platform tersebut. Misalnya, psikologi orang yang bermain Facebook bisa saja berbeda dengan pengguna Twitter, Instagram, atau Pinterest. Setelah itu, pastikan bahwa konten yang dibuat benar-benar ditujukan untuk kepentingan si audiens bukan kita. Apa yang kita sukai belum tentu orang lain suka. Tindakan audiens untuk mengikuti, menyukai, atau langganan sebuah akun lebih didasarkan pada alasan mereka, bukan alasan yang kita buat.

Jangan kecewakan mereka

Jika kita benar-benar serius ingin menyajikan konten yang memberi pengalaman tersendiri bagi calon prospek, maka jangan kecewakan mereka. Misalnya, ketika mereka mengunjungi situs kita, terkadang ada pop up iklan atau newsletter yang sulit ditutup, padahal pengunjung belum tentu ingin membacanya. Contoh lainnya, adalah ketika kita menyajikan konten yang basi, tidak nyambung, bahkan menipu atau kerap dikenal dengan istilah clickbait. Konteks yang tepat akan menghasilkan pengalaman pertama yang berkesan bagi audiens. Dari situlah kepercayaan terbangun.

Terus konsisten

Bagi mereka yang membangun personal branding, semua ucapan, komentar atau postingan apa pun di media sosial menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya. Begitu pula ketika membangun product brand, maka cerita inti pun harus konsisten dan konstan. Mulailah dari narasi besar untuk membuat pesan yang jelas. Serupa dengan menciptakan konteks, maka orang akan melihat bisnis kita sebagaimana kita memilih ingin terlihat.

 

P.S: Sekilas informasi tentang Gary Vaynerchuk, ia merupakan CEO digital agency VaynerMedia yang telah membantu banyak perusahaan Top 500 Fortune untuk membangun brand dan pemasaran secara online. Nah, Gary ini bakal hadir di Jakarta tanggal 9 Maret nanti loh, kamu bisa cari agendanya di situs tiket.com. Kapan lagi belajar langsung dari ahli media sosial dan digital marketing cetar ini 🙂 🙂

 

 

Sumber: garyvaynerchuk.com/inc.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.