Mana Lebih Penting, Strategi Pemasaran Atau Kualitas Produk?

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Dalam fondasi 7P pemasaran, produk dan promosi menjadi dua aspek yang sama-sama penting untuk dijalankan. Namun, dengan segala keterbatasan yang ada, mana yang sebenarnya harus didahulukan? Tanpa bermaksud meremehkan upaya para kreator untuk menciptakan produk yang baik dan keren, namun ada pula sebagian pengusaha yang jauh lebih memikirkan upaya menarik trafik dan menciptakan strategi pemasaran yang jitu demi mendongkrak omset.

Dalam sebuah pembahasan artikel seperti dilansir Inc, kala Microsoft Windows 3.1 dirilis pada tahun 1992, cenderung lebih ngehits dibanding Apple Mac 84. Hal yang sama juga terjadi untuk Windows 95. Lalu, mengapa Microsoft memiliki pasar lebih luas dibanding Apple di masa lalu?

Salah satu alasannya adalah Microsoft memiliki strategi pemasaran yang lebih baik dibanding Apple pada masa itu. Maka tak heran, jika banyak para pengusaha beranggapan bahwa pemasaran yang jitu hampir selalu bisa mengalahkan produk yang keren sekalipun. Hal ini juga kadang terjadi di beragam sektor, seperti teknologi, fesyen, akademik, bahkan politik.

Setelah pendiri Microsoft Bill Gates mengundurkan diri, secara perlahan keganasan pemasaran Microsoft pun meredup. Kondisi semacam itu pun juga membuat brand sepatu Nike mati-matian melakukan kampanye pemasaran yang unik setelah hengkangnya sang pendiri, Phil Knight dari perusahaan.

Pentingnya pemasaran yang memengaruhi persepsi juga terjadi dalam bidang politik di mana terkadang sang pemenang pemilihan memiliki strategi kampanye pemasaran yang lebih jitu dalam berkompetisi.

Misalnya saja, saat pemilihan presiden AS pada era 1960-an antara Nixon vs Kennedy, dan mungkin juga banyak pemilihan di dunia lainnya cukup banyak dimenangkan oleh kandidat yang memiliki kampanye pemasaran yang jitu.  Sedangkan, kualitas produk atau kebijakan tidak selalu menjadi penentu suksesnya pemilihan. Kampanye yang jitu ternyata bisa mengalahkan rencana kebijakan politik yang hebat.

Dalam dunia akademik? Terkadang, dalam banyak kasus anak-anak dengan ranking terbaik tidak selalu memiliki kehidupan dan karir lebih sukses dibandingkan yang tidak ranking, namun memiliki kemampuan bergaul dan berjejaring yang baik.

Jika melihat kondisi di lapangan, memang cenderung tak mudah menemukan perusahaan yang bisa hebat di bidang keduanya, produk dan promosi. Namun, sesungguhnya tidak perlu ada kesenjangan antara divisi pengembangan produk dan promosi, lantaran tim produk semestinya mampu membuat produk yang disukai oleh konsumen.

Sedangkan, tim pemasaran berupaya mencari ceruk pasar dan meyakinkan konsumen untuk mencoba. Kelihatannya secara teori gampang yah, padahal mah prakteknya KAGAK! Hahahaha… Ngerjain urusan cari pasar aja kudu jungkir balik 😀

Salah seorang praktisi internet marketing, Mario Brown bahkan punya mantra khusus yang dinamakan Massive Imperfection Action. Artinya? Jangan pernah menunggu sampai segala sesuatunya sempurna untuk bisa menjalankan bisnis. Bukan berarti tidak masalah kalau tak ada perencanaan, melainkan saat menyusun rencana itulah kadang frustrasi kerap datang.

Maka, menurut Mario, perencanaan perlu diimbangi dengan praktik di lapangan. Tak masalah, jika produk belum sempurna, tapi  tetap optimistis mengerjakan apa yang harus dikerjakan, khususnya di bidang pemasaran. Karena..mau sebagus apa pun produk, tanpa trafik, tak ada orang yang membeli 😀


 

Leave a Reply

Your email address will not be published.