Deretan Jurnalis yang Terciduk Skandal Hoax

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
hoax
sumber: theimpact

Sebelum ramai-ramai soal berita bohong alias hoax zaman sekarang, fenomena ini ternyata sudah heboh di masa lalu kala media digital belum eksis seperti sekarang. Parahnya lagi, justru orang-orang yang semestinya bekerja profesional malah terciduk jadi para pelakunya.

Tahun 2012 misalnya, Jonah Lehrer mengundurkan diri dari majalah The New Yorker setelah mengaku bahwa ia memuat kutipan palsu penulis lagu dan penyanyi kenamaan Bob Dylan di buku terbarunya.

Menyebar berita hoax mungkin dianggap mendatangkan kepuasan dan sensasi tersendiri. Siapa saja para jurnalis yang pernah tersandung skandal hoax ini? Bahkan, sampai malah ada yang diganjar penghargaan tertinggi di bidang jurnalisme dan seni Pulitzer.

Louis Seibold

hoax
sumber: wikipedia

Tahun 1921, seorang reporter New York World Louis Seibold memenangi penghargaan Pulitzer Prize atas wawancaranya yang ia inisiasi dengan Presiden Woodrow Wilson. Masalahnya, Wilson tak mampu menggerakkan sebagian tubuh dan bibirnya lantaran menderita stroke, hingga akhirnya hasil wawancara itu dipalsukan dengan bantuan istri sang presiden sendiri dan kepala staf presiden.

Janet Cooke

hoax
sumber: wikipedia

Salah satu skandal hoax terheboh juga menimpa koran terkemuka The Washington Post. Dialah Janet Cooke yang sempat diganjar penghargaan Pulitzer untuk tulisan feature tahun 1981,  di mana berkisah tentang anak usia 8 tahun yang kecanduan heroin, bertajuk “Jimmy’s World”.

Pemerintah kota setempat pun sempat bersimpati dengan kisah itu, tapi mereka tidak pernah menemukan anak lelaki bernama Jimmy. Akhirnya, Cooke mengaku telah membuat cerita karangan lantaran tekanan di tempat kerjanya dan mengembalikan penghargaan Pulitzer tersebut.

Stephen Glass

hoax
sumber: washingtonpost

Tahun 1998, jurnalis The New Republic Stephen Glass dipecat setelah ketahuan berkali-kali memalsukan sumber dan seluruh cerita di majalah. Ketika sang editor berupaya mengecek kebenaran sumber, Glass meminta saudaranya untuk berpura-pura sebagai eksekutif Jukt Micronics, sebuah perusahaan yang menjadi bahan utama beritanya.Hampir sebanyak 41 naskah berita yang ia tulis di majalah sebagian besar diketahui fiktif. Saking fenomenalnya, kisah Glass ini pun difilmkan pada tahun 2003 dengan judul “Shattered Glass”.

Jayson Blair

hoax
sumber: alchetron

Blair mengundurkan diri dari The New York Times tahun 2002 setelah ketahuan mengambil bahan dari koran lain untuk  memberitakan peristiwa dan mengumpulkan cerita dari lokasi di mana ia sendiri tak pernah berada di sana.. (Nah loh, di Indonesia banyak model gini nih :D). Lantaran itu, banyak dari berita Blair yang terindikasi bermasalah, termasuk laporan tentang penembak jitu Washington dan veteran Irak yang terluka.

Carl Cameron

hoax
sumber: foxnews

Tahun 2004, Fox News meminta maaf kepada Senator John Kerry, setelah salah seorang jurnalisnya, Cameron memuat laporan palsu bahwa Kerry sempat melakukan perawatan kuku sebelum debat calon presiden. Cameron menulis cerita itu dan dimuat di situs Fox dengan menulis kutipan dari Kerry: “I’m metrosexual—he’s a cowboy!”

Jack Kelly

hoax
sumber: sfgate

Kelly,  seorang koresponden asing dan finalis Pulitzer akhirnya mengundurkan diri dari USA Today tahun 2004 setelah ia ketahuan bekerja sama dengan seorang penerjemah untuk membohongi tim editor. Investigasi koran itu pun menemukan bahwa setidaknya 8 dari berita utama sengaja dipalsukan, termasuk soal “perburuan tingkat tinggi” Osama bin Laden pada tahun 2003.

Christopher Newton

Newton, jurnalis The Associated Press akhirnya dipecat pada tahun 2002 setelah agensi berita ini menemukan sumber palsu dalam setidaknya 40 naskah berita. Kebanyakan dari sumber fiktif itu merupakan para ahli dan pekerja di sebuah organisasi, seperti Education Alliance,” “Voice for the Disabled” dan “Western Alliance For Immigration Rights.”

===

Lalu, kenapa orang berbohong? Dikutip dari suara.com, psikiater ternama Mark D. Griffith, mengemukakan, orang yang menyebarkan hoax memiliki beberapa tujuan. Ada yang berniat memperoleh keuntungan finansial, menjatuhkan seseorang atau kelompok tertentu. Tujuan lainnya, bisa hanya sekedar bersenang-senang, karena berhasil membodohi orang lain, mencari perhatian, atau demi memenuhi kepercayaan akan sesuatu di kalangan masyarakat.

 

Politico.com/wikipedia

Leave a Reply

Your email address will not be published.