5 Ide Postingan Blog untuk Kembangkan Brand & Bisnis

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Di era digital, pemasaran melalui konten  blog atau video memang menjadi cara paling mumpuni untuk membangun dan menginspirasi audiens dengan pola komunikasi dua arah. Bahkan, banyak para kreator dan influencer percaya bahwa konten merupakan raja (content is a king), dan berbagi adalah ratunya (sharing is a queen).

Salah satu cara membangun audiens dengan publikasi konten adalah blogging. Yup, blogging menjadi salah satu cara (setidaknya) termudah saat ini untuk menarik trafik dan konsumen potensial selalu punya alasan untuk kembali berkunjung ke sebuah situs atau toko online.

Jika kamu punya toko online dan belum memiliki blog, maka kemungkinan kamu harus berjuang lebih keras lagi untuk membuat mereka kembali bahkan mengingat brand kamu. Demi membuat mereka ingat, maka kamu terus menerus berpromosi agar mereka terus beli, beli, dan beli.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya juga pertama kali mengetahui situs marketplace Qlapa, karena postingan blog mereka lho di mesin pencari, bukan dari iklan. Hal itu cukup membuktikan bagaimana powerful-nya sebuah konten jika konsisten diproduksi. Kini, juga mulai banyak brand lokal fokus membangun media sendiri.

Namun, membuat konten yang menarik perhatian tentunya bukan perkara gampang lantaran tiap hari kita melihat begitu banyak konten berseliweran di dunia maya. Maka, sama seperti halnya bisnis, membuat konten pun perlu ide-ide segar yang tak hanya inspiratif, namun mampu menggerakkan pemikiran dan perilaku orang lain. Baca juga:

Lalu, kira-kira ide seperti apa saja yang cocok diterapkan untuk postingan blog yang sesuai dengan bisnis atau brand kita? Coba cek beberapa ide berikut ini:

1. Alasan memulai usaha

Kalau kamu pernah membaca buku Simon Sinek, “Start with Why”, itu buku powerful banget bukan hanya dalam hal kehidupan, tapi juga karir. Pada dasarnya, setiap orang pasti pernah bertanya mengapa diberikan kehidupan ini? Untuk apa kita hidup? Mengapa ini penting buat kita? ….dan sebagainya.

Ada sebagian orang tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, bahkan saat usianya dewasa karena hanya sekedar ikut arus. Tapi, jika kamu punya alasan mengapa harus memulai sesuatu, jangankan materi atau tenaga, nyawa juga bisa dikorbanin deh 🙂

Berbagi cerita kepada pelanggan, mengapa kamu memulai sebuah bisnis juga bisa menjadi konten inspiratif yang menarik. Pesaing bisa meng-copy ide/produk kita, tapi mereka tidak akan bisa meng-copy alasan kita di balik itu.

2. Tips & tutorial seputar bisnis yang dijalani

Kamu punya bisnis yang berhubungan dengan dunia kreatif, misalnya dekorasi dan desain? Maka kamu bisa memberikan tips yang membantu bagaimana konsumen bisa memvisualisasikan produk dan mengombinasikan dengan item lainnya yang mungkin mereka sudah miliki di rumah. Begitu juga dengan jenis bisnis lainnya, intinya bagaimana kita bisa memberi edukasi kepada konsumen lewat produk. Ini keren banget lho…

3. Koleksi & tren terbaru

Namanya bisnis ritel, tentu saja idealnya dalam 3-4 bulan sekali harus merilis produk baru agar konsumen tak jenuh. Tak jarang untuk menarik perhatian, para pengusaha terkadang merilis sebuah produk dengan tema-tema tertentu yang sedang happening di masanya. Tak hanya produk, bagikan juga tren terbaru setiap musim. Biarkan konsumen kamu tahu, jika produk yang dirilis itu tetap bisa “nyambung” dengan tren.

4. Cerita di balik layar

Apa yang menarik dari sebuah film? Ya, sebagian mungkin akan menjawab kisah di balik layarnya (behind the scenes). Maka, kita pun juga seharusnya bisa meniru langkah yang sama. Kamu bisa menunjukkan bengkel kerja bagaimana proses produk itu dibuat, kesan-kesan karyawan yang terlibat, cerita menarik yang bisa dibagi saat akan meluncurkan produk tersebut, kolaborasi dengan brand lain.

5. Petunjuk pembelian

Biasanya konten terdiri dari tiga jenis, yakni pengenalan, branding, dan penjualan. Nah, untuk konten yang tujuannya membuat orang bertindak itu dikenal dengan konten penjualan, misalnya “panduan menemukan tiket pesawat murah”. Dengan cara ini, para pemilik toko online tak perlu harus melakukan hard sell, lantaran konten yang sudah cukup spesifik itu  bisa disusupi dengan brand atau toko kita.

Sudah terpikir ide menarik lainnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.