Tips Bisnis Online, Cara Melakukan Retargeting Pembeli Tanpa Email List

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Mampu closing penjualan dan menggaet pembeli pertama kali bukanlah sebuah hal mudah. Dalam bisnis online, bahkan dikenal istilah sales funneling, di mana brand perlu melakukan beberapa kali pendekatan sebelum akhirnya bisa menggaet si pembeli.

Maka, tak heran jika melakukan penjualan kepada pembeli yang sudah eksis dan percaya, akan jauh lebih mudah dibandingkan menarik lagi konsumen baru. Namun, timbul pertanyaan, bagaimana strateginya agar kita bisa tetap menjaga komunikasi dengan pelanggan dan mendorong mereka untuk melakukan pembelian kembali?

Biasanya, banyak bisnis menggunakan strategi email marketing untuk tetap menjaga loyalitas pelanggan. Cara kedua, adalah melakukan retargeting lewat iklan. Contohnya saja, seperti yang dilakukan kedua pengusaha ini yang sama-sama menjalankan kampanye retargetingnya lewat media sosial, yakni Ben Stirling dan Reza Khadjavi, pendiri Shoelace.

Mereka pun berbagi beberapa strategi yang bisa membantu kita lebih mudah meretargeting orang atau audiens yang sudah pernah berinteraksi dan membeli produk kita, meski mereka tidak masuk email list atau menjadi pengikut media sosial.

Gunakan iklan untuk kelompokkan audiens

bisnis online

Di era digital seperti sekarang, tidaklah terlalu sulit mencari kelompok audiens atau orang-orang berdasarkan archetype tertentu. Ketika kita menginginkan lebih banyak orang berinteraksi dengan brand kita, tentu tujuannya cuma satu, menaikkan penjualan.

Iklan menjadi salah satu aspek penting dalam strategi pemasaran di era sekarang. Misalnya saja, dengan meletakkan kode pixel di website, kita akan mampu menelusuri aktivitas orang-orang yang berkunjung sekaligus menargetkan berdasarkan aktivitas tersebut. Tak perlu juga terlalu terburu-buru mengejar konversi penjualan dari mereka.

Kita bisa menggunakan kampanye retargeting untuk membuat mereka mendaftarkan email atau kontak, sehingga kita pun mudah menghubungi mereka kapan saja.

Berpikir di luar kotak

bisnis online

Meskipun, daftar email kita tumbuh, namun itu bukanlah keajaiban selamanya. Menurut Reza, email marketing bisa bekerja baik jika kita mampu mengombinasikan dengan kampanye retargeting, dan sebaiknya gunakan keduanya untuk membuat kampanye yang efektif.

“Email memang kanal yang bagus, namun ketika orang berlangganan, terkadang kiriman email kita akan masuk tab promosi, di mana orang cenderung malas melihatnya,”katanya.

Ketika mereka membuka isi email tersebut, mungkin tidak semua langsung mengambil tindakan saat itu. Dengan melakukan retargeting, mereka bisa kembali melihat kampanye iklan kita di media sosial dengan isi pesan yang sama dengan email.  Di sinilah mereka mulai sadar, dan jika tertarik bukan tak mungkin mereka akan membeli.

Inilah yang dikenal dengan multi touch campaign, di mana kita bisa mengomunikasikan pesan yang konsisten kepada pelanggan tertarget lewat sentuhan kanal berbeda.

Mulai dari kecil, dan ketahui margin

Sumber dan insight terbaik untuk belajar bisa kita dapatkan dengan menjalankan beberapa kampanye iklan. Brent menyarankan agar kita bisa memulai dengan memahami lebih dulu margin keuntungan usaha, demi memastikan kita tidak mengeluarkan anggaran terlalu boros.

Maka, akan lebih baik memulainya dengan anggaran kecil dulu. Bahkan, beberapa pemasar menetapkan angka manual bidding per konversi, namun untuk melakukan ini, perlu dihitung pula berapa banyak margin yang ingin diperoleh. Hal ini bisa diawali dari menghitung beban fixed cost dan variable cost, atau one time expenses. Setiap bisnis akan berbeda. Bagaimana pun juga iklan berbayar masih sangat powerful untuk membantu konversi penjualan dari pembeli yang sudah eksis maupun menarget pembeli baru.

Selamat mencoba

Sumber: Shopify

Leave a Reply

Your email address will not be published.