Tiga Alasan Kenapa Anda di-Unfriend di Facebook

unfirend facebook
Dok. innov8tiv

Pernah anda merasa terganggu dengan status teman anda di sosial media? Lalu anda unfriend dia atau sebaliknya justru anda yang di-unfriend? 🙂

Sebuah posting atau kiriman di sosial media, seperti Facebook memang bukanlah sebuah ilmu pengetahuan. Tidak ada aturan baku mengenai apa saja yang harus anda bagikan kepada audiens anda.

Jika tujuan akhir anda adalah tetap bisa terkoneksi dengan teman lama atau baru di Facebook, anda mungkin penasaran apa yang menyebabkan seseorang, mungkin juga teman-teman anda dari dunia nyata, tetiba secara misterius menyampah di timeline anda 😉

Christopher Sibona, PhD, seorang peneliti di Universitas Colorado, Denver mengkaji mengapa seseorang bisa memutuskan tali pertemanan di jejaring Facebook. Berikut adalah beberapa alasan umumnya; pertentangan politik dan agama, rasis, atau topik-topik dangkal.

Dua alasan pertama mungkin sudah jelas di mata anda, tapi bagaimana dengan nomor tiga? Apa yang dimaksud dengan “dangkal” di sini?

Ketika seseorang menemukan suatu konten yang segar dan orisinil, orang lain atau teman anda bisa saja memposting-kannya kembali sehingga isinya terkesan “basi”. Nah, kalau sudah begitu, mampukah anda untuk membuat senang semua orang?

Michael Stefanone, PhD, seorang profesor di University of Buffalo mengatakan, banyak pengguna Facebook membuat keputusan buruk dalam ber-sosial media. Hal ini disebabkan juga adanya istilah Multiple Audience Problem (masalah audiens yang beragam).

“Ketika kita mem-posting sesuatu di media, audiens atau teman-teman kita tentunya bermacam-macam. Dari mulai teman sekolah, teman bermain, pacar, mantan pacar, calon pacar, orang tua, atau anggota keluarga lainnya,”kata Michael.

Tiap-tiap kelompok dari orang-orang ini pastinya memiliki ekspektasi berbeda terhadap perilaku anda. Dan, ketika anda mencoba untuk menyenangkan semua orang, tanpa mempedulikan kepercayaan dan nilai mereka, maka siap-siap akan menjadi malapetaka bagi diri anda sendiri.

Berikut adalah beberapa status yang bisa dikategorikan “dangkal” dan berpotensi menyinggung pihak-pihak tertentu, membuat bingung, atau kesal audiens anda.

Segala hal yang berbau “samar-samar”

Posting jenis ini biasanya berisi kata-kata pendek yang tidak jelas secara konteks. Biasanya tipe orang seperti ini, ingin ditanya oleh teman atau audiens mereka. “Sayangnya, mayoritas kita semua sibuk, dan tak ada waktu untuk menanyakan info lebih lanjut, ”kata Steffano.

Profesor digital dan sosial media di USC Anneberg School, Karen North, PhD, mengatakan “banyak orang tak ingin dimanipulasi, dengan topic-topik tak jelas,”ujarnya.

Sebuah status “menyombongkan diri”

Coba apa yang anda pikirkan ketika melihat status seperti ini: “Baru saja diterima di dua universitas favorit, Harvard dan AND Pricenton, bingung deh milihnya” 🙂

Buat status “peringatan”

Jika anda sudah merasa terganggu dengan status teman anda, tak perlu anda menyindirnya dengan memberi semacam status “peringatan” (no mention) ;D

Anda tak suka, silahkan putuskan apa yang terbaik, jika memang perlu di-unfriend 🙂

Tak perlu membuat keributan di dunia maya.

“Memutuskan tali pertemanan di online oke-oke saja, tapi ketika anda membuat ancaman, hal itu bukan saja terkait sikap buruk, namun juga kasar. Kondisi bisa semakin memburuk, ketika anda atau kawan anda tak mampu mengatasi masalah,”kata North.

Kalau anda sendiri, apa alasan melakukan unfriend? 🙂

Sumber: Men’shealth

Leave a Reply

Your email address will not be published.