Situs Baru Mataharimall.com vs Lazada dkk

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
Mataharimall.com
Situs e commerce Mataharimall.com resmi diluncurkan 9 September 2015.

Pertumbuhan pesat industri e-commerce atau perdagangan online di Tanah Air ternyata juga menggoda beberapa riteler besar di Indonesia yang telah kuat beroperasi melalui ribuan gerai selama ini. Sebut saja, baru-baru ini Lippo Grup dengan Mataharimall.com dan tak lama lagi, grup Mitra Adi Perkasa (MAP) dengan Mapemall.com siap menggeber pasar e commerce dalam negeri tahun ini.

Untuk mewujudkan ambisi menjadi nomor 1 dan penguasa pasar e commerce, Mataharimall.com pun dikabarkan menelan investasi terbesar kedua di Asia Tenggara di mana Lippo Grup rela mengalokasikan dana hingga USD500 juta (sekitar Rp6 triliun) untuk 2-3 tahun ke depan. Meski begitu, posisi pertama ternyata masih ditempati Lazada dengan nilai investasi USD686 juta, dan konon nilai bisnis Lazada saat ini sudah bernilai USD1,25 miliar.

Masifnya grup-grup perusahaan besar memasuki dunia e- commerce, memang sangat menarik. Jika menengok ke belakang, dua platform belanja online unggulan milik Rocket Internet, Lazada dan Zalora ternyata belum juga meraup untung hingga kini. Dua platform yang beroperasi di enam pasar kawasan Asia Tenggara ini, ternyata telah mencatatkan kerugian sebesar USD235,3 juta atau sekitar Rp3,1 triliun sepanjang tahun 2014. Kabar baiknya, dua situs belanja online ternama ini terus menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Jika dilihat dari jumlah transaksi, Lazada mencatat 6,9 juta transaksi dan Zalora mencatat 3,9 juta transaksi sepanjang tahun 2014. Rocket Internet pun secara umum menargetkan perusahaan akan mencapai titik impas (Break Even Point/BEP) dalam waktu 6-9 tahun ke depan. Lazada dan Zalora diluncurkan sekitar tahun 2012 lalu, berarti baru pada tahun 2018 nanti, mereka benar-benar bakal membukukan keuntungan.

Bagaimana dengan e-commerce lain? Blibli.com yang mengklaim sebagai platform belanja online buatan Indonesia ini sepanjang berkiprah di dunia e commerce juga melakukan investasi yang tak sedikit yakni USD100 juta atau Rp1,4 triliun.

Melihat tampilan Mataharimall.com, memang tak jauh beda dengan yang kita lihat sehari-hari di Lazada atau Blibli. Kategori barang yang ditawarkan pun mirip-mirip dengan supplier yang sama, dari mulai gadget (ponsel+tablet), fesyen, perlengkapan bayi, perlengkapan rumah tangga, produk makanan dan minuman. Hanya saja, karena Matahari sudah menjadi riteler yang cukup kuat di oflline, distribusi barang jauh lebih mudah karena didukung ribuan gerai Matahari di seluruh wilayah Indonesia.

Sama halnya, dengan e commerce dan beberapa marketplace yang ada saat ini, diskon atau potongan harga menjadi daya tarik bagi calon pengunjung. Persaingan di pasar kelas menengah bawah semakin sengit. Tapi manakala permainan kapital ini suatu saat berakhir, bagaimana kelanjutan ke depannya ya? Yah, mungkin bonus demografi di Indonesia masih tetap jadi penyelamat, setidaknya sampai tahun 2030 😀

*berbagai sumber/Dailysocial

Leave a Reply

Your email address will not be published.