Pemuda 17 Tahun Ini Membuat Bisnis Jam Tangan Online Beromset Ratusan Juta

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

bisnis jam tangan

Berawal dari tak mengerti apa pun hingga mempelajari seluk beluk bisnis online bersama sang mentor, Jonah, pemuda berusia 17 tahun asal Denver, Colorado ini akhirnya mampu meraup 13.500 dolar (sekitar Rp175 juta) per bulan pada tahun pertama bisnisnya.

Seperti halnya, orang awam lainnya, Jonah memang bukanlah seorang yang mengerti mengenai ilmu coding, bahkan memiliki pengalaman di dunia teknologi informasi pun tidak.

Lantaran tidak menyukai bekerja di perusahaan orang, akhirnya pemuda yang sebelumnya pernah menjalankan affiliate marketing ini, meluncurkan toko online-nya sendiri yang fokus menjual jam tangan. Simak kisahnya?

Bagaimana anda memulai bisnis online marketing?

bisnis jam tangan

“Watch Outfitters, adalah toko online pertama saya yang diluncurkan pada awal Januari 2016. Sebetulnya saya tidak memiliki banyak pengalaman berjualan online, maka saya pun harus bekerja keras untuk itu. Saya menonton webinar, mengikuti tutorial di Youtube, serta bertanya pada ahli ketika saya sudah merasa bingung. Saat menggunakan Facebook ads pun, saya tidak hanya sekedar harus tahu bagaimana memasang iklan, namun juga bagaimana membuat konten yang menarik dan melakukan beberapa split testing untuk mengetahui target pasar saya.”

Bagaimana anda memutuskan sebuah produk untuk dijual?

Karena ini adalah pengalaman saya pertama kali berjualan online, maka saya memilih produk di mana saya mengetahuinya sedikit banyak, dan memiliki ketertarikan personal juga dengan produk itu. Keluarga saya adalah pecinta aksesoris, dan saya pribadi kebetulan menyukai jam, jadi saya meluncurkan sebuah toko yang sesuai dengan hobi dan pengetahuan saya. Namun, karena persaingan ketat, membuat saya mengatur strategi, bagaimana menjual jam dengan kualitas baik, namun harga tetap terangkau. Untuk sementara, saya memutuskan untuk menjual beberapa jam bermerk yang sudah dikenal, sekaligus sambil mengenalkan produk custom saya sendiri.

Bagaimana anda mendapat penjualan pertama kali?

”Di awal memang semua terasa berat, dan untuk beberapa minggu pertama bahkan saya tidak berhasil membukukan penjualan sama sekali, di mana hal ini sangat membuat saya demotivasi. Namun, akhirlah saya pada sebuah momentum “Aha” , dan inilah yang mengubah dari nol penjualan, menjadi 300-400 dolar per hari.

Pola pikir berubah ketika saya berhenti untuk fokus pada “menjual produk” dan mulai bertanya, “bagaimana saya bisa memiliki nilai tambah untuk calon konsumen?”

Saya mulai untuk fokus pada apa yang diinginkan calon pelanggan, dan menyediakan contoh perbandingan terhadap apa yang diinginkan pelanggan.

Iklan saya berubah, toko saya pun berubah, dan saya sadar, saya bukanlah ahli dari pelanggan, namun saya adalah pelayan yang terus belajar dari perilaku konsumen.”

Kesempatan terbaik apa yang anda temukan saat penjualan naik?

”Mengenali konsumen sambil melakukan tes pasar. Sejauh ini, iklan Facebook yang menyumbang pertumbuhan tertinggi dalam bisnis saya. Saya melakukan banyak tes melalui kampanye iklan yang berbeda-beda, dari mulai menarget ulang tahun orang, atau kesukaan terhadap brand tertentu. Selain itu, saya juga menggunakan email marketing yang cukup ampuh untuk menarik pengunjung ke situs toko. Dengan iming-iming voucher atau diskon, banyak orang yang mendaftarkan emailnya lewat situs.

Saya juga menyukai aplikasi notifikasi penjualan terbaru, yang mengatakan pada pengunjung situs, bahwa baru saja ada barang terjual dibeli oleh si A, tinggal di kota B. Dengan demikian, ini membantu produk yang populer direkomendasikan ke calon konsumen lainnya.”

Bagaimana anda siap mengikuti jejak pemuda ini?

Sumber: Shopify

Leave a Reply

Your email address will not be published.