Mau Melamar Kerja? Cek dulu 6 Kesalahan Fatal Membuat CV

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Membuat CV (curriculum vitae) yang sempurna dan mampu memberi kesan mendalam bagi rekruter atau perusahaan bisa dibilang susah susah gampang. Sejak mendirikan Resume Writers Ink tahun 2010, seorang wanita bernama Tina Nicolai memperkirakan ia telah membaca lebih dari 40 ribu CV/resume orang.

Selama bertahun-tahun, ia pun mendeteksi bahwa masih banyak kesalahan mengganggu yang dilakukan para pelamar saat menuliskan CV. Bagi sebagian orang, mungkin kesalahan ini tidak terlihat besar, apalagi jika si calon pelamar adalah kandidat ideal untuk mengisi sebuah posisi di perusahaan. Namun dengan kondisi persaingan ketat dunia kerja, bisa saja kesalahan kecil yang terlihat sepele malah membuat CV tersebut berakhir di tong sampah.

Berikut adalah beberapa kesalahan yang kerap dianggap sepele namun sebetulnya cukup fatal, berdasarkan analisa Nicolai. Nah, pastikan anda sebelum anda melamar kerja, cek dulu poin-poin berikut;

Salah ketik/typo

cv

Inilah salah satu kesalahan fatal yang kadang diremehkan orang, salah ketik alias typo. Mereka menaruh perhatian minim pada detil, tak jarang rekruter pun bisa menilai anda sebagai pemalas. Nicolai sendiri menemukan, masih banyak resume atau CV yang ditulis dengan typo, font huruf tidak profesional, informasi basi, dan informasi tak relevan lainnya.

 

Ringkasan terlalu panjang

cv

Ketika menulis CV, biasanya seseorang akan menuliskan secara singkat tentang dirinya dalam sebuah ringkasan atau summary. Sayangnya, masih banyak yang menulis dalam gaya formil dan menggunakan terlalu banyak kata sifat. Tak hanya itu, menurut Nicolai, ringkasan kadang kerap  dibuat terlalu panjang seperti menulis satu bab buku. Maka, akan lebih baik jika, anda memaparkannya dalam poin per poin beserta pencapaiannya (dengan ditandai penekanan tertentu).

 

 Terlalu banyak kata “jargon”

cv

Beberapa kata jargon yang biasanya dimasukkan ke dalam CV, seperti “out of the box”, “team player”, atau “exceptional communicator”  memang menjadi dasar ekspektasi pasar kerja sekarang. Menurut Nicolai, seseorang yang benar-benar menjadi pemecah masalah dan mampu bekerja dalam tim, akan menyampaikan dengan ringkas dan kreatif dalam resume lewat kombinasi kata-kata atau bayangan contoh kasus tertentu.

Memulai poin dengan kalimat “Bertanggung jawab untuk”

cv

Satu lagi contoh” kemalasan” yang banyak ditunjukkan berkali-kali dalam sebuah CV. Para kandidat, menurut Nicolai, mestinya memahami bahwa memulai kalimat dengan “responsible for” atau “bertanggung jawab untuk” hanya menyatakan deskripsi pekerjaan yang seharusnya dijalankan, tetapi tidak menjelaskan apakah si kandidat punya performa baik untuk posisi tersebut. Cobalah untuk menjelaskan, apa yang telah anda capai di posisi itu, bukan apa yang anda harapkan akan dicapai.

 

Terlalu formil alias kaku

cv

Nicolai juga kerap menemukan, resume atau CV yang ditulis terlalu formil sehingga membuat si rekruter tidak memiliki gambaran kepribadian dari si pelamar.

 

Mengikuti template

cv

Kesalahan fatal berikutnya adalah banyak orang yang tergantung pada template CV, yang banyak dijual secara online.

Template yang didesain sebagai panduan, bukan digunakan secara kaku apa adanya,”kata Nicolai.

Bayangkan, jika template adalah sebuah pakaian. Orang yang memakainya harusnya beradaptasi dengan gaya personalnya.

 

*businessinsider

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.