Mau Bebas Riba? Cerdaslah Kelola Uang Anda

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
utang riba
Dok. moneygoroundtable

Selama ini banyak orang berasumsi, “Kalau gak pinjem uang ke bank, gak mungkin bisa besarin usaha” 🙂

Dalam sebuah diskusi, ada fakta mengejutkan terungkap, akibat pola berpikir yang salah dan gaya hidup tercatat bahwa dari mulai masyarakat kecil hingga pengusaha besar kelas kakap pun bisa terjerat utang dan riba.

Merunut pada definisinya, riba (ziyadah) berarti menetapkan bunga atau melebihkan jumlah pinjaman saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam.

Kendati, kita tidak tinggal di negara berhukum syariah Islam, namun sebagai negeri yang mayoritas berpenduduk muslim, maka sudah sepatutnya kita meninggalkan riba. Simak Surat Al-Baqarah ayat 275 berikut ini: …. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba…

Sebagai pelaku usaha, tampaknya kita perlu meniru jalan seperti yang dilakukan Microsoft dan Apple yang mampu tumbuh seperti sekarang tanpa pinjaman bank lho..

Saat ini, di kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) sebetulnya sedang gencar disosialisasikan gerakan #PengusahaTanpaRiba di tengah gencarnya pula para perbankan besar menyosialisasikan kredit pinjaman usaha.

Pola berpikir yang salah, terutama di kalangan pengusaha pemula bahwa satu-satunya cara meningkatkan modal adalah dengan berutang justru berpotensi malah memiskinkan. Alih-alih ingin berujung sukses, malah banyak yang terlilit utang karena tidak mampu membayar bunga tagihan tiap bulan yang kian membumbung tinggi.

JIka menilik dari akar persoalan, masalah keuangan ternyata tidak ada hubungannya sama sekali dengan besar kecilnya penghasilan. Tetapi, lebih karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengelola uang.

Anda tak mau terjebak riba dan ingin menyelamatkan kondisi finansial saat ini? Simak prinsip cerdas kelola uang dari Syariah Business Coach pertama dunia Samsul Arifin berikut ini;

Bedakan KEBUTUHAN dan KEINGINAN

Ada pepatah “semakin tinggi penghasilan, maka semakin tinggi pula gaya hidup seseorang” yang ternyata memang terbukti bagi sebagian besar orang. Membedakan antara kebutuhan dan keinginan agaknya terlihat sederhana, tapi nyatanya banyak yang tidak berhasil melakukan hal itu.

Samsul mencontohkan, bahwa fungsi makan ternyata hanya sekedar menegakkan tulang punggung (sesederhana itu) ,tapi yang jadi masalah “makan di mana, sama siapa, pakai menu apa” 😀

Lakukan tracking secara periodik

Cara kedua, adalah dengan melakukan penelusuran (tracking) atau penjambaran detil terhadap kas pengeluaran kita sehari-hari. Misalnya, kebutuhan makan, transportasi, pendidikan, proteksi, dan gaya hidup.

Buat perencanaan

Melakukan perencanaan kas masuk dan keluar adalah salah satu cara ampuh untuk mengendalikan pengeluaran agar tak semakin membengkak.

“Jika anda tidak pernah merencanakan, kemana uang anda pergi, MAKA orang di luar sana yang akan merencanakan kemana uang anda pergi,”ujar Samsul yang juga merupakan pendiri lembaga pelatihan bisnis syariah SBC Global ini.

Naikkan penghasilan

Jika makin melambungnya harga-harga kebutuhan atau operasional, tak bisa diimbangi kas yang kita punya, maka anda wajib menaikkan penghasilan. Salah satu caranya, optimasi aset (pengalaman,ilmu, keahlian yang anda punya). “Berjualan” adalah cara jitu untuk menambah aliran kas masuk anda.

Beli sesuatu ketika ada uangnya

Demi gengsi, banyak orang berusaha mendapatkan sesuatu dengan cara apa pun, termasuk dengan berutang. Maka, tanamkan disiplin dalam diri anda bahwa jangan memaksa beli jika tidak punya uang 😀

Menabung

Mulailah investasi dan menabung untuk masa depan anda. Jangan lupa untuk saling berharga dan investasi ilmu saat ini. Alokasikan maksimal 60 persen untuk kebutuhan sehari-hari dan masa kini.

 

Selamat bebas riba 🙂

Baca juga: Cara Memulai UsahTanpa Utang

Leave a Reply

Your email address will not be published.