Lupakan Om Telolet Om, Saatnya Belajar Membuat Konten Viral Sendiri

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Instagram telah melewati 600 juta pengguna, dan terus berlanjut menjadi platform terdepan untuk konten visual berbasis storytelling bagi para pemasar brand. Meski, belum ada brand yang mampu menyandingi viral-nya om telolet om beberapa waktu lalu hehe, strategi kampanye untuk menjangkau lebih banyak audiens tentunya tetap dibutuhkan oleh tiap brand.

Inilah beberapa brand yang sukses melakukan aktivitas kampanye dengan menyajikan konten unik dan menarik pada tahun 2016 lalu berdasarkan socialbakers analytics, sekaligus berhasil menggaet ketertarikan dari para pengikutnya.  Mau belajar dari mereka untuk membuat konten viral juga? Yuk, coba tengok penjelasannya di bawah ini;

Morphe Brushes: Memanfaatkan kekuatan pengikut selebgram

konten viral

Cara ini tentu sudah umum dipakai oleh banyak brand di Indonesia. Begitu pun, Morphe Brushes membuat strategi konten dengan memanfaatkan para penggemar seorang make up artist ternama. Perusahaan kecantikan ini menyajikan foto sang make up artist dengan berbagai “tampilan” menggunakan kosmetik Morphe.

Cara ini ternyata berhasil meningkatkan interaksi pengikutnya yang hampir mendekati 8 juta orang per bulan. Morphe Brushes juga membuat teks deskripsi yang dibangun berdasarkan cerita tentang liburan yang men-tag akun si make up artist dengan hashtag unik #MorpheBabe.

Ted Baker: Kampanye koleksi terbaru dengan tema kreatif

konten viral

Untuk mengumumkan koleksi clothing line, perusahaan fesyen ternama Ted Baker meluncurkan Mission Impeccable, sebuah kampanye unik yang didasarkan pada film bertema agen intelijen. Di Instagram, kampanye ini menampilkan foto-foto pakaian untuk layaknya setting sebuah film. Tema ini juga dihadirkan dalam beberapa seri postingan, agar pengikut Ted Baker selalu kembali untuk melihat dan menunggu lanjutan cerita postingan mereka.

Akhirnya, dalam 5 bulan setelah diluncurkan, kampanye Mission Impeccable mampu membuat akun Ted Baker mendapat lebih dari 400 ribu pengikut baru dan meningkatkan interaksi sebanyak 600 ribu kali.

 

Vueve Clicquot: Menyambungkan pesan dengan imej brand

konten viral

Vueve Clicquot merupakan rumah mewah sampanye juga berupaya menyampaikan imej brand dan nilai bisnis melalui strategi konten mereka. Perusahaan ini memiliki nilai tentang “kemurnian”, yang selalu disampaikan lewat postingan Instagram mereka. Vueve Clicquot menjalankan berbagai kampanye Instagram, seperti #LiveClicquot, menunjukkan pengalaman menikmati sampanye mereka.

Begitu pula, dengan kampanye #ClicquotJourney juga menarik. Mereka membuat semacam tur mengelilingi AS bermitra dengan selebgram dan menyajikan cerita di balik tempat-tempat yang dikunjungi itu. Meski, kampanye mereka memiliki tema berbeda, tapi mereka mengisinya dengan foto elegan dan video sekaligus menampilkan imej brand mereka itu secara konsisten. Dengan strategi ini, mereka berhasil mendapat 9000 pengikut baru dan meningkatkan 144 ribu interaksi tiap bulannya sepanjang 2016.

 

GoPro: Menawarkan perspektif baru dari produk perusahaan

konten viral

Kamera GoPro sangat populer di kalangan penggemar olahraga ekstrem, di mana foto dan video oleh para pelakunya kerap ditampilkan di profil  Instagram perusahaan itu. Namun,  GoPro mengambil pendekatan berbeda tahun lalu, di mana mereka justru hanya menunjukkan foto aktivitas sederhana, seperti memasak kue.

Foto dan video dilabeli dengan hashtag #CaptureDifferent, didemonstrasikan dengan menggunakan kamera GoPro yang biasanya diasosiasikan dengan kegiatan olahragra ekstrem. Dengan mengusung sudut pandang berbeda, strategi ini terbilang sukses dengan tambahan 3 juta pengikut baru serta meningkatkan interaksi sebanyak 189 juta kali.

 

PayPal: Mengusung cerita menarik di balik jasa perusahaan

konten viral

Tahun lalu, PayPal meluncurkan kampanye yang mengusung cerita pelanggan bagaimana transfer uang online mampu membantu mereka meraih tujuan finansial berbeda, seperti membiayai kuliah atau memulai bisnis. Cara unik ini mempresentasikan jasa PayPal diterima baik oleh audiens Instagram yang akhirnya dibuktikan dengan pertumbuhan jumlah pengikut sebanyak 32 persen dan menaikkan 52 persen angka interaksi.

Jadi, untuk bisa sukses di bisnis online, khususnya Instagram  maka perlu dipikirkan dulu apa yang ingin dicapai dengan konten itu. Apakah itu untuk membuat audiens berinteraksi dengan postingan anda atau mendorong mereka untuk menggunakan produk anda? Satu syarat sukses yang pasti adalah KREATIF.

 

Selamat mencoba 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published.