Leisure Marketing: Bagaimana Menciptakan Pengalaman Tak Terlupa bagi Pembeli?

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
marketing
sumber: laughtraveleat

Masih berpikir bahwa bisnis kecil tidak bisa berkompetisi dengan brand besar saat menjalankan strategi pemasaran? Awalnya saya juga berpikir hal tersebut memang berat. Tapi di era sekarang, pemasaran yang sukses pada dasarnya bergantung pada tiga aspek yakni, engagement, bonding, dan experience. Banyak konsumen mulai menaruh perhatian pada brand yang mampu memenuhi janji memberi pengalaman menyenangkan, dibanding sekedar menawarkan produk mewah.

Meminjam konsep leisure economy yang dipopulerkan oleh ekonom Linda Nazareth dalam bukunya The Leisure Economy: How Changing Demographics, Economics, and Generational Attitudes Will Reshape Our Lives and Our Industries (2007), pola konsumsi dianggap telah mengalami pergeseran dari goods-based consumption (produk) menjadi experience-based consumption (pengalaman).

Sebagai negara yang kini didominasi masyarakat kelas menengah, Indonesia juga tak luput dari fenomena tersebut. Kategori leisure, seperti traveling, menonton film, konser, gym, perawatan diri, serta kuliner kian marak dikonsumsi kaum milenial. Konsumsi yang dulunya seolah didominasi kebutuhan sandang, pangan, papan, kini bergeser menjadi hiburan dan pengalaman.

Semakin bergairahnya kaum muda menghabiskan uang demi pengalaman dibanding produk, maka agaknya menjadi perhatian brand untuk menjalankan strategi pemasaran yang tepat. Baik perusahaan besar maupun UKM, siapa pun yang mampu menciptakan engagement dan pengalaman terbaik bagi konsumen, maka loyalitas pun berpotensi tercipta dalam jangka panjang.

Berikut adalah beberapa strategi pemasaran yang mampu menciptakan pengalaman, mungkin salah satunya bisa menjadi inspirasi:

Menggelar event atau sponsorship

Meski era digital makin menggeliat, hubungan emosional dengan bertatap langsung tetap tidak akan tergantikan. Maka tak heran jika di tengah lesunya banyak mal di ibukota, masih ada beberapa mal yang ramainya luar biasa. Beberapa strategi yang dijalankan mal-mal tersebut, di antaranya menggelar ragam event seperti, pop up sale, street fair, charity atau live music.

Melibatkan konsumen dalam kegiatan pemasaran

Strategi lainnya yang biasa digunakan perusahaan adalah customer involvement. Misalnya saja, Airbnb yang mengusung konsep pemasaran “Stories From the Community” yang memperkenalkan layanan Airbnb kepada orang-orang yang belum pernah mencobanya. Dengan cara ini, para anggota Airbnb dapat berbagi foto, video, atau anekdot di media sosial tentang pengalaman perjalanan dan menginap mereka. Bayangkan, para pembeli bisa menjadi ujung tombak pemasaran sekaligus membuat mereka semakin dekat dengan brand perusahaan.

Menawarkan kelas dan workshop

Dalam organisasi usaha, idealnya diisi oleh orang-orang yang memiliki talenta dan passion. Strategi yang biasa ditempuh oleh bisnis jasa adalah mengadakan kelas dan workshop dengan mendayagunakan para talenta di dalamnya. Dengan mengadakan kelas atau event workshop, maka brand perusahaan akan dikenal lebih personal oleh target audiens-nya. Misalnya, perusahaan jasa pembuat website atau aplikasi POS bisa membuat kelas edukasi cara mendapatkan trafik atau mengelola keuangan bagi perusahaan UKM.

Mengikuti pameran atau trade show

Pameran atau trade show merupakan salah satu strategi brand activation untuk memperkenalkan produk, jasa, personel, serta menciptakan impresi yang kuat di antara para konsumen potensial. Pameran juga berpeluang menciptakan pengalaman tak terlupa, asalkan perusahaan mampu menghadirkan sesuatu yang dinamis dan menyenangkan di booth dibanding kompetitor lain. Misalnya, menggunakan teknologi tertentu untuk menciptakan pengalaman virtual atau desain booth yang nyaman.

Biarkan konsumen memberikan feedback

Banyak perusahaan takut mendapat respon negatif dari konsumennya. Tapi jika ingin menciptakan pengalaman, coba pertimbangkan untuk memberi kesempatan bagi konsumen mencoba produk sebelum diluncurkan sekaligus memberikan feedback. Cara ini akan meningkatkan rasa dihargai dan loyalitas konsumen.

 

Sumber diolah dari Jeffbulas From Pittsburgh, PA, Nathan Sykes is the founder of Finding an Outlet

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.