Kosmetik, Jilbab, Kulkas: Peluang Bisnis Halal yang Kian Bergairah

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Setelah peluncuran jilbab halal oleh sebuah brand busana muslim ternama di Indonesia dua tahun lalu, kini warganet juga sempat dibuat terheran-heran dengan sertifikasi label halal dari MUI  untuk sebuah merk kulkas. Orang pun jadi bertanya-tanya, apa yang membedakan kulkas halal dan haram dan seberapa penting sertifikasi halal dikeluarkan?

Laporan Euromonitor International merilis, banyak orang berpikir bahwa halal hanya sekedar seperangkat hukum Islam tentang aturan makan dan minum. Namun, industri dan peluang bisnis halal global turut mencakup semuanya dari mulai obat-obatan, kosmetik, bahkan pakaian. Tak dimungkiri, industri ini tumbuh begitu cepat.

Berdasarkan data Pew Research Center, nilai pasar industri makanan dan minuman halal global mencapai 1,37 triliun dolar pada tahun 2014 di mana merepresentasikan 18 persen dari pasar seluruhnya. Sedangkan jumlah penduduk muslim di dunia diperkirakan akan terus meningkat dari 1,6 miliar pada tahun 2010 menjadi 2,8 miliar tahun 2050.

peluang bisns
sumber: tribunstyle

Di Eropa, pasar halal meningkat dengan estimasi angka pertumbuhan antara 10-20 persen tergantung dari produknya. Menurut business analyst dan managing editor Asia di Oxford Business Group, Paulius Kucinas, permintaan terhadap produk-produk yang sesuai hukum syariah dipicu oleh makin tumbuhnya populasi umat muslim dunia.

Kucinas juga mengatakan bahwa daya tarik halal sebetulnya bisa lebih luas dari sekedar aturan agama. Bagi sebagian orang, sertifikasi halal juga menjadi semacam jaminan yang menandakan kualitas tinggi dan kontrol ketat dalam proses kegiatan rantai pasok. Ia membandingkan dengan cara orang-orang Barat yang menghubungkan produk organik dengan kualitas lebih baik.

“Ketika negara Barat mempertimbangkan pasar makanan organik, maka negara-negara dengan umat Muslim terbesar punya standar halal. Namun, bedanya dengan produk organik yang cenderung lebih mahal dari non organik, para konsumen produk halal tidak dibebani biaya lebih mahal,”ujarnya dilansir CNN.

Di bidang farmasi dan kosmetik, produk berlabel halal kian dicari konsumen, dari mulai krim wajah, lipstik, vitamin, hingga produk pemutih harus alami, ramah lingkungan serta tidak mengandung bahan-bahan yang dilarang dalam hukum Islam.

Revolusi Pasar Muslim

peluang bisnis
dok. hijabenka

Dalam bukunya yang bertajuk #GenM “Generation Muslim” (Bentang, 2017), praktisi pemasaran Yuswohady menyebut revolusi pasar hijab dan kosmetik halal sejak tahun 2010 sebagai momentum Revolusi Pasar Muslim 1.0.

Industri tersebut mengalami pertumbuhan bisnis yang super cepat. Dari tahun 2010 misalnya saja, merk kosmetik Wardah mampu tumbuh 50-100% per tahunnya, dan kini menjadi salah satu pemain utama di industri kosmetik Indonesia.

Ia juga meramalkan setelah tahun 2019, akan menjadi masa di mana pasar makanan-minuman-obat halal terbuka lebih luas menyusul diimplementasikannya Undang-Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH).

Jadi kalau Revolusi Pasar Muslim 1.0 ditandai dengan Revolusi Hijab, maka Revolusi Pasar Muslim 2.0 ditandai dengan Revolusi Makanan-Minuman-Obat Halal. Menurut Yuswohady, pemberlakuan UU JPH nantinya akan memacu edukasi halal yang begitu masif tak hanya di kalangan konsumen tapi juga para produsen di industri halal Indonesia.

Di sisi produsen, kesadaran halal bisa menjadi masif mencakup seluruh lini industri, mulai dari produk makanan, minuman, kosmetik, farmasi, biologi, kimia, hingga produk modifikasi genetik. Maka, dengan sendirinya sang produsen akan berlomba-lomba berkreasi dan berinovasi meluncurkan aneka ragam produk berbasis halal.

Banyak orang boleh saja nyinyir dengan keluarnya label halal untuk sebuah kulkas, namun menurut Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF melalui situs resmi MUI, ketentuan halal dalam kaidah syariah tak terbatas pada aspek konsumsi saja, tapi mencakup aspek yang lebih luas, yakni menggunakan atau memakai. Maka, sebagai tempat penyimpanan makanan, kulkas pun harus diyakini kesuciannya.

Sebagai informasi, Indonesia adalah negara dengan konsumsi makanan halal terbesar di dunia yakni senilai US$158 miliar (2014). Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia mengalahkan Turki (US$110 miliar), Pakistan (US$100 miliar), dan Iran (US$59 miliar).

Sumber: CNN/Yuswohady Blog

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.