Ketika Ikea Membukakan Pintu untuk Anjing Telantar

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
ikea
sumber: adage

Merawat konsistensi brand adalah bagaimana pula merawat orang-orang di dalamnya yang peduli pada misi dan fondasi perusahaan. Kita semua bisa melihat betapa kekuatan media sosial saat ini begitu masif di mana setiap tindak tanduk dan rekam jejak siapa saja bisa terekam di dalamnya.

Masih ingat ketika Starbucks mendapat gelombang unjuk rasa berturut-turut lantaran oknum stafnya mengusir dua orang Afro Amerika dengan kasar di Philadelphia AS? Belum lagi McDonald yang harus memecat oknum satpamnya karena memaksa seorang pengunjung wanita melepas jilbabnya di London, atau Dunkin Donuts yang dibuat pusing oknum karyawan gara-gara menyiram seember air kepada seorang pria tunawisma di New York di mana videonya juga menjadi viral dan dikecam banyak orang.

Dengan pemanfaatan internet secara masif ini, terjadilah apa yang dinamakan oleh sosiolog Manuel Castells sebagai “mass-self communication”.  Lewat komunikasi digital, produksi pesan bisa dilakukan secara otonom oleh individu-individu kemudian menyebar ke jaringan lebih luas yang sulit dikontrol oleh pemerintah maupun korporasi. Menurut Castells, fenomena ini memang menjadi bagian tak terpisahkan di era gerakan masyarakat baru.

ikea
sumber: dailymail

Brand secara esensial memang memiliki imej dan nilai yang terikat dengan orang-orangnya. Imej tersebut akan diterima oleh audiens dari mulai bagaimana menilai pandangan, perilaku, ekspektasi, kenangan, cerita, dan hubungan-hubungan terkait brand tersebut. Ikea, sebagai salah satu brand furnitur besar dunia pun sadar betul akan hal itu.

Toko Ikea di Catania, Italia mendadak mendapat pujian banyak orang lantaran membukakan pintu bagi anjing terlantar agar mereka tetap merasa hangat saat musim dingin. Seorang staf toko itu bahkan terlihat memanjakan dan memberi makan pasangan anjing terlantar, di mana kabarnya anjing beruntung ini akan segera diadopsi oleh staf di sana.

Sebuah video yang kemudian viral di Facebook menunjukkan betapa bahagianya anjing-anjing itu selonjoran di antara barang-barang pajangan furnitur Ikea. Video tersebut dibagikan oleh Martine Taccia, yang merasa kagum dengan sikap salah satu staf di Ikea.

Dalam postingan di Facebooknya seperti dikutip Dailymail, Martine mengatakan, “Inisiatif yang baik memberi perlindungan bagi anjing-anjing liar ketika suhu di luar begitu dingin” yang ditulis dalam bahasa Italia.

ikea
sumber: asiaone

Tahun 2014, riteler furnitur yang didirikan oleh Ingvar Kamprad ini memang telah menjalin kerja sama dengan kelompok penyelamat hewan dengan merilis sebuah proyek dinamakan ‘Home for Hope’. Sebagai bagian dari inisiatif, pajangan anjing-anjing terlihat diletakkan di antara furnitur untuk menarik minat para pengadopsi.

Toko Ikea yang berpartisipasi dalam kampanye itu termasuk di AS, Singapura, dan beberapa toko di Inggris. Kampanye ini sendiri memang mendapat pujian dari beberapa konsumen Ikea, di mana menunjukkan kasih sayang terhadap hewan-hewan terlantar merupakan hal fantastis yang mestinya bisa dijadikan contoh bagi kita semua.

Ikea merupakan salah satu perusahaan furnitur besar dunia asal Swedia yang telah berdiri lebih dari 70 tahun.  Ikea mampu membukukan keuntungan bersih hingga 48,1 miliar dolar (atau setara Rp 639,7 triliun) menjadikan sang pendiri mendiang Ingvar Kamprad menjadi salah satu orang terkaya dunia.

 

Sumber: Dailymail/Fox/Asiaone

Leave a Reply

Your email address will not be published.