Karya Mendunia, Ini Para Desainer Kebanggaan Indonesia

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Konsistensi dan disiplin dalam menjalankan kiprahnya di jalur mode dan industri kreatif membuat karya para desainer ini mampu disejajarkan dengan brand-brand papan atas dunia. Saya jamin, tentu ada sudah tak asing dengan nama-nama di bawah ini lantaran sejak beberapa tahun lalu karya mereka sudah malang melintang di pentas fesyen dunia sekaligus menjadi buah bibir di Tanah Air.

Sebagian produk asli buatan tangan orang Indonesia ini, bahkan mampu menarik perhatian dan menjadi langganan para selebriti dunia. Seorang pakar marketing Indonesia pernah mengatakan, jika sektor craftmanship adalah salah satu keunggulan SDM Indonesia yang tak kalah disandingkan dengan produk-produk kreatif buatan negara lain yang sudah lebih dulu mendunia. Siapa saja mereka?

Tex Saverio

Tex Saverio

Jika anda merupakan penggemar film Hunger Games, pastinya anda tahu betul saat adegan tokoh utama Katniss Everdeen yang diperankan aktris Jennifer Lawrence berputar-putar di atas panggung mengenakan ‘gaun pengantin berapi’. Yup, itulah salah satu gaun rancangan desainer muda Indonesia berbakat Tex Saverio.

Pria kelahiran 1984 yang akrab disapa Rio ini ternyata memutuskan untuk meninggalkan sekolah saat SMA, lalu masuk sekolah fesyen BUNKA, kemudian magang di Phalie Studio. Pertama kali, ia mendapat sorotan dunia internasional ketika gaun rancangannya dikenakan penyanyi nyentrik Lady Gaga untuk pemotretan sebuah majalah fesyen internasional tahun 2011.

Karir Tex memang terus meroket sejak memenangi lomba Mercedenz Benz Asia Fashion Award di Indonesia, karya-karyanya pun mulai melanglang buana dari satu ajang internasional ke ajang lain, termasuk mengikuti Paris Fashion Week pada Oktober 2013 lalu.

Dian Pelangi

Dian Pelangi

Dian Wahyu Utami atau lebih dikenal Dian Pelangi kembali menjadi sorotan publik beberapa hari ini. Bagaimana tidak, wajah karikaturnya muncul di salah satu sampul edisi spesial (22 September 2015) majalah mode Business of Fashion (BoF) asal Inggris di mana dirinya masuk dalam jajaran 500 besar orang paling berpengaruh di bidang mode versi BoF.

Tentu, yang membuat dirinya terkaget-kaget karena namanya disejajarkan dengan nama-nama besar, seperti Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour, co-founder Instagram Kevin Systrom, super model Cara Delevigne, bintang K-Pop G Dragon, sampai desainer rumah mode Balmain Olivier Rousteing.

Wanita kelahiran 1991 ini dianggap sebagai ikon fesyen muslim global yang memiliki pengaruh sangat besar tak hanya di Indonesia, namun juga mancanegara. Ia berhasil membawa gaya berbusana muslim yang lebih luas dan populer di kalangan para wanita muslimah. Dian adalah lulusan Ecole Superiere des Arts et Techniques de la Mode, Jakarta tahun 2009, yang karya-karyanya sudah banyak dipamerkan di berbagai kota belahan dunia, seperti Abu Dhabi, Kuala Lumpur, Singapura, Kairo, London, New York, Melbourne, hingga Paris.

Nancy GoNancy Go Bagteria

 

Pernah mendengar merk tas Bagteria yang fenomenal itu? Dialah Nancy Go, sang wanita yang berada di balik kesuksesan merk tersebut menembus pasar kelas jetset dunia. Desainnya yang unik dan berkelas, dengan bahan-bahan pilihan ini awalnya memang lebih dikenal di kalangan sosialita dunia dibandingkan dalam negeri.

Tercatat, beberapa selebriti dunia, seperti Paris Hilton, Emma Thompson, Putri Zara Philips, dan Anggun C Sasmi pun pernah menenteng tas eksklusif ini. Mengawali karir bisnisnya tahun 2000, lulusan sekolah mode Susan Budihardjo ini memilih Hong Kong sebagai kiblat mode Asia untuk menawarkan hasil karyanya pertama kali.

Tak disangka, ketika karyanya dilirik salah satu pemilik toko, tasnya laku keras. Sukses di Hong Kong, ia mulai merambah pasar internasional lainnya, seperti Jepang, Italia, Prancis, dan AS dengan rajin mengikuti berbagai pameran bergengsi. Nancy mengatakan, kunci suksesnya terletak pada konsistensi menjaga eksklusivitas, keunikan dan kualitas produk untuk pasar premium.

Sabbatha Rahzuardi

Sabbatha

Tak kalah fenomenal dengan Bagteria, ini adalah salah satu merk tas yang juga sangat digandrungi kalangan sosialita dunia. Mengambil namanya sendiri, label Sabbatha menyajikan koleksi tas super unik dengan bahan utama kulit sapi dan kambing (atau gabungan keduanya) dengan kombinasi bebatuan berharga, seperti black onyx, amethyst, serpentine, atau opal yang menjadi ciri khasnya.

Dimulai dari sebuah workshop mini di Seminyak, Bali, banyak koleksinya telah dijual di berbagai negara dunia dari mulai agennya di Prancis yang membuka pintu pemasaran produknya ke seluruh penjuru Eropa dan Rusia, selain itu Hong Kong, Singapura, AS, dan Australia.

Sukses di pasaran dunia, membuat label tas ini juga menarik perhatian banyak pecinta fesyen dan selebriti dunia, seperti Julia Roberts dan Katie Holmes, tak ketinggalan Anggun C Sasmi dan aktris film Christine Hakim pun menjadi salah satu penggemarnya.

Meski begitu, Sabbatha sendiri lebih senang disebut sebagai seniman tulen dibanding desainer tas. Dari sudut pandang wanita, koleksi Sabbatha sangat dikenal karena bebatuan yang dipakainya. Setiap produk atau koleksi yang dikeluarkan pun mengandung cerita masing-masing.

“Saya ingin membuat tas layaknya sebuah perhiasan. Tiga tahun terakhir ini, saya fokus pada warna, fungsi, dan bentuk produk,”kata lulusan Universitas Sorborne Prancis ini.

Niluh Djelantik

Niluh Djelantik

Bagi anda penggemar sepatu, ini dia brand lokal yang sudah melanglang buana ke berbagai negara dunia. Dimulai sejak tahun 2003, Niluh Djelantik memulai usaha sepatu untuk segmen kelas atas. Wanita kelahiran 1975 ini mulai membuat desain, sampling dan produksi, sedangkan tugas menjual dan pemsaran dilakukan oleh temannya. Koleksi pertamanya ternyata cukup diminati di Eropa di mana pada rilis koleksi berikutnya juga mendapat sambutan luar biasa.

Lewat perusahaannya, Niluh sangat aktif berekspansi dan bekerja sama dengan para desainer dunia dengan merk seperti Charlie Joe, Nicholas Vinetti, dan Tristan Blair. Hingga pada tahun 2008 lalu, ia memutuskan untuk mundur dari brand internasional, dan mulai fokus mengembangkan merk-nya sendiri yakni Niluh Djelantik yang langsung dipatenkan. Dengan profesionalitasnya selama ini, rasanya tak sulit pula bagi merk-nya untuk kembali menggaet minat pasar internasional, seperti di beberapa negara Eropa, Australia, dan Selandia Baru.

Melissa Sunjaya

Melissa Sunjaya

Wanita kelahiran 39 tahun lalu ini merupakan desainer sekaligus illustrator untuk brand lokal Tulisan. Dimulai sejak 2010 lalu, usaha yang ditekuninya ini semakin membuahkan hasil dengan jumlah permintaan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Ia memiliki ide awal membuat edisi seni ilustrasi untuk diterapkan pada produk yang biasa dipakai sehari-hari. Ia pun membuat produk pertama, seperti celemek, serbet, dan sarung bantal dengan modal kain katun kanvas sisa ekspor.

Lulusan sekolah desain di Swiss ini, berkomitmen untuk membuat produk kerajinan tangan yang memiliki kualitas terbaik dari Indonesia. Saat ini, produk Tulisan sudah semakin berkembang, menjadi beragam bentuk produk, seperti tas, aksesoris, stationery, dan dekorasi rumah lainnya.

Dengan kualitas produknya, ia makin percaya diri untuk menembus pasar internasional. Wanita yang pernah bekerja menjadi brand strategist di AS ini pun mulai menerima pesanan dari banyak negara di dunia. Saat ini, Tulisan juga sudah memiliki showroom, di antaranya di Hong Kong, Los Angeles, dan Singapura.

So, who’s the most inspire you?:)

*berbagai sumber

.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.