Ini Cara Membuat Profil CV yang Bikin Anda Diburu Perusahaan

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Pernahkah anda merasa sudah maksimal menulis riwayat hidup (CV), namun tak juga mendapat panggilan kerja? Ya, CV memang menjadi salah satu indikator awal bagi tim HRD untuk menyeleksi calon pekerja yang sesuai dan mumpuni dengan kriteria sebuah posisi dalam perusahaan.

Sebuah CV yang baik, tidak hanya berisi daftar data pribadi, namun juga harus bisa memberi gambaran utuh di awal tentang diri anda. Maka, pastikan anda tidak menulis CV asal-asalan, dan hanya sekedar ada informasi saja. Buatlah dengan terstruktur perkenalan anda untuk hasil maksimal. Berikut adalah beberapa caranya;

Sepuluh detik pertama

Brian Shoicket dari Program Kepemimpinan Universitas dan Komunitas  di Uncubed mengatakan, jika tim HRD hanya butuh 10 detik untuk menyeleksi secara cepat kandidat terbaik dari CV dan resume yang diajukan. Pastikan, 10 detik pertama ini bisa membuat CV anda punya kesan tersendiri. Tampilkan desain menarik dan informasi terstruktur untuk kesan lebih menonjol di antara ribuan CV yang masuk.

Gaya penulisan

Sebuah profil haruslah menjadi efektif. Terlalu banyak tulisan terkadang banyak dilewati bagi yang membacanya. Singkirkan informasi yang tidak terlalu relevan dengan posisi yang anda lamar, dan fokuslah pada sebuah pernyataan yang menerangkan keahlian anda di bidnag tersebut.

Menstrukturisasi profil CV

Jabarkan diri dan pengalaman anda secara terstruktur. Jika perlu, anda bisa memasukkan link profil di sosial media anda, sebagai tambahan informasi bagi para rekruter.

Siapa: Jelaskan siapa anda dan pengalaman kerja selama ini

Di mana:  Di mana sektor pengetahuan anda pengalaman anda saat di organisasi

Apa: Apa yang bisa anda tawarkan terkait pengetahuan dan keterampilan? Apa yang telah anda lakukan dan capai? Pengalaman yang anda punya dan membuat anda terlihat menonjol?

Lainnya: Apa peran anda dalam organisasi, budaya, dan tantangan bagi anda di masa depan?

desain CV kreatif
dok.piktochart

Fokus pada pembuktian

Seorang coach karir John Less yang juga pendiri John Less Associates mengatakan, terlalu banyak profil yang ditulis dengan informasi klise. Misalnya, kalimat “self motivated,” atau “team player”, “hard worker” atau “execellent communication skills” , jika memang begitu, lalu,  penilaian itu menurut standar siapa?

Fokuslah pada keterampilan atau pengetahuan khusus dibanding membuat pernyataan mengawang-ngawang. Lebih bagus lagi, jika memang anda punya sederet daftar pencapaian yang bisa menjadi bukti kemampuan dan integritas anda.

Jujur

Ahli sumber daya manusia About.com Susan Heathfield pernah bilang bahwa “honesty is the best policy”.  Profil CV yang terlalu terlihat sempurna dengan informasi yang cenderung diragukan, justru akan membuat pihak perekrut waspada. Misalnya, anda menyembunyikan masa di mana anda pernah menganggur dari mulai lulus atau saat mencari pekerjaan baru. Cara ini, justru membuat anda terlihat tidak jujur.

Ia juga merekomendasikan, agar bagaimana dengan pengalaman kerja anda dulunya, bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan yang akan ditargetkan di masa datang. Buatlah pengalaman anda benar-benar terlihat berharga dan relevan di mata perekrut.

Libatkan diri anda untuk bidang kerja yang baru

Nah, tips ini penting bagi anda yang ingin pindah haluan kerja atau saat menunggu panggilan kerja setelah masa kelulusan. Janet Scarborough Civitelli, Ph.D, seorang coach karir di VocantionVillage.com mengatakan, ketika akan mengubah haluan karir, penting bagi anda untuk melibatkan diri di bidang baru, bahkan sebelum anda melamar pekerjaan.

Misalnya, menjadi relawan, mengambil kursus, atau bergabung dalam asosiasi profesional. Tunjukkan bahwa anda memiliki minat yang relevan terhadap bidang kerja yang bakal digeluti itu nantinya.

*Guardian/jobscan

——

Artikel ini juga terinspirasi dari pengalaman saya pribadi saat beberapa waktu lalu akan merekrut seorang desainer grafis freelance untuk project saya yang baru. Dari sekitar 40-an lamaran yang masuk, mungkin hanya sekitar 10-13 orang yang benar-benar masuk daftar favorit saya.

Alasan di antaranya, karena kesesuaian latar belakang pendidikan dengan skill yang saya butuhkan, pengalaman kerja, project yang pernah mereka kerjakan serta kemungkinan bahwa konsep yang saya ajukan benar-benar bisa mereka pahami dan dieksekusi dengan baik.

Dari sekitar 13 orang itu, saya harus akui, mereka semua memiliki pengalaman kerja yang gak perlu diragukan karena pernah terlibat dengan banyak brand besar, malah ada pula lulusan luar negeri yang pernah menangani lini pakaian Shandy Aulia. Portfolio mereka juga almost outstanding!

Saya sendiri terus terang bingung harus pilih yang mana, karena kalau lihat hasil portfolionya emang keren semua sih, dan skill yang saya butuhkan juga hampir bisa dipenuhi dengan kualifikasi mereka yang di atas rata-rata.

Finally, pilihan saya jatuh pada seorang desainer grafis lulusan universitas negeri di Bandung, karena satu hal aja lhoo… Jika yang lain, rata-rata hanya menyatakan alasan standar atau kualifikasi yang bisa saya baca sendiri di CV atas pertanyaan “kenapa anda harus merekrut saya?”

Freelancer pilihan saya ini justru memberi jawaban yang biarpun simple tapi useful banget buat saya pribadi sebagai  orang yang baru merintis start up brand. Dia bilang, bahwa “Saya punya banyak koneksi dengan beberapa percetakan dari mulai skala besar dan kecil di Bandung dan Jakarta.” Gotcha!

See? Simple but useful ya :), So balik lagi ke poin ke-4 di atas, semua rekruter pastinya mau mendapat pekerja yang disiplin, tepat waktu, dan kerja keras. Tapi, lagi-lagi menurut standar siapa?

Justru pengetahuan yang terlihat simple tapi relevan, nyatanya bisa menjadi pembeda unik karakter anda dibanding kandidat lain. Hit your recruiter with the most valuable thing

So, are you ready to make an outstanding CV? Good luck!

Leave a Reply

Your email address will not be published.