Hokkaido Cheese Tart, Kejunya Lumer di Mulut Sampai Gigitan Terakhir

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

“Your boring… Let’s talk about something exciting like cheese”

 

Sebenarnya, saya bukan seorang penggemar kuliner sejati, dan gak pernah paham juga gimana caranya bikin review tentang makanan. Buat saya, makanan cuma ada dua jenis di dunia ini, enak dan enak banget 😀

Salah satu makanan yang memang jadi hits belakangan terakhir ini adalah cheese tart asal Jepang yang dijual di beberapa mal di Jakarta. Meski, kue keju bukanlah sesuatu yang baru bagi pasar Indonesia, namun tetap saja animo masyarakat, khususnya di Jakarta dan sekitarnya tetap tinggi setiap ada terobosan entah dalam bentuk pengolahan atau penyajian sebuah makanan.

Dengan pengolahan bahan baku dan cara panggangnya, cheese tart yang jadi tren ini memang tak dimungkiri memiliki sensasi rasa topping keju yang creamy, lembut, dan lumer di mulut bahkan hingga gigitan terakhir.

Beberapa brand cheese tart ternama dari Jepang yang populer di kalangan warga urban di antaranya, Pablo, Uncle Tetsu, dan Hokkaido. Salah satu brand cheese tart yang baru-baru ini saya coba adalah Hokkaido yang tak kalah populer dibanding dua brand cheese tart lainnya. Saat melewati tokonya saja, wangi sedap khas keju yang dipanggang udah pasti menggoda iman, bahkan bagi pelaku diet ketat…Kalau gak icipin, rasanya dosa banget kan haha

hokkaido cheese tart
Kemasannya ribet bow, ternyata bukanya dari samping toh 🙂

Mengangkat nama sebuah pulau yang cukup populer di Jepang, Hokkaido cheese tart menawarkan sensasi rasa kue keju original dengan tingkat kematangan medium. Harganya mungkin setara dengan satu kotak nasi padang yah, tapi satu potongan pie cheese tart saja sudah membuat perut anda kenyang 🙂

Cheese tart ini memang bisa dikonsumsi baik dalam kondisi hangat maupun dingin. Saya sendiri makan cheese tart ini setelah dimasukkan dalam lemari pendingin. Hasilnya? Masih tetap nendang dan lumer di mulut 🙂

Jepang memang cukup dikenal sebagai negara yang memberi jaminan standar kualitas pada produk-produknya tak terkecuali, bidang kuliner. Meski begitu, sejarah awal cheese cake bukanlah dari Jepang, melainkan dari zaman Yunani Kuno sebagai hidangan penutup, menyebar ke Romawi (saat era penjajahan), Inggris lalu ke Amerika Serikat (AS).

Di negeri Paman Sam, cheese cake pertama kali diperkenalkan oleh para imigran Yahudi dari Eropa Selatan dan Eropa Timur pada akhir abad 19 dan 20 lantaran terkait dengan ritual keagamaan.Para imigran Yahudi ini juga menjual cheesecake di  berbagai restoran yang mereka kelola, hingga cheesecake begitu terkenal di AS. Kini, cheesecake begitu populer di berbagai negara dunia, tak terkecuali di Indonesia.

Nah, gimana sekarang anda jadi punya banyak pilihan untuk membawakan oleh-oleh makanan buat orang rumah kan?

Leave a Reply

Your email address will not be published.