Deretan Iklan Berbau “Rasis” yang Berujung Kecaman

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Tak heran  jika konsep video klip terbaru Maroon 5,  “Girls Like You” menuai banyak pujian di tengah maraknya isu-isu terkait kesenjangan yang menyangkut SARA di berbagai belahan bumi. Selain menampilkan beberapa cameo selebriti terkenal, yang cukup menarik perhatian dalam video itu juga ada dua wanita berhijab tampil.

Di tengah kebijakan Presiden AS Trump yang berupaya menekan kelompok Islam dan pembatasan imigran, Maroon 5 justru berupaya mengangkat isu keberagaman, sosial, dan kesetaraan dengan menampilkan para wanita dari ragam ras, warna kulit, agama, dan usia  yang punya pengaruh dan kontribusi di bidang masing-masing.

Diskriminasi berdasarkan ras, gender, maupun agama memang masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali bagi jaringan  riteler kopi terbesar dunia, Starbucks yang dikecam akibat tindakan rasis lantaran melakukan pengusiran dan penahanan terhadap dua orang pria kulit hitam di Philadelphia, AS beberapa waktu lalu. Pasca video itu beredar luas, pihak Starbucks pun minta maaf, namun kemarahan dan gelombang protes warga tak juga berhenti.

Tak cuma Starbucks yang dihadapkan dengan isu rasisme, beberapa brand berikut ini juga pernah tersandung isu serupa dan menuai kecaman akibat kampanye iklannya yang dituding diskriminatif serta cenderung mendiskreditkan kelompok tertentu:

Dove

iklan
sumber: theguardian

Sekitar tahun lalu, warga net dikejutkan dengan  iklan kampanye sebuah merk sabun mandi Dove terkait peluncuran produk varian body wash terbaru. Bukan karena produknya bermasalah, melainkan  dalam iklan tersebut, terlihat ada dua orang wanita di mana si kulit hitam yang berganti baju berubah menjadi wanita berkulit putih. Tak pelak, kampanye itu pun dituding mengandung unsur rasisme oleh warga net di berbagai belahan dunia.

Lantaran banyak menuai kecaman, pihak Dove pun akhirnya menghapus iklan tersebut dari laman Facebooknya, dan mengklarifikasi jika iklan tersebut tidak bermaksud rasis, melainkan berupaya mewakili keragaman kecantikan sejati sesuai dengan spirit mereka #TheRealBeauty. Sang model berkulit hitam, Lola Ogunyemi pun angkat bicara, “saya wanita berkulit hitam dalam iklan Dove, sama sekali tidak merasa sebagai korban”.

H&M

iklan
sumber: bbc

Situs perdagangan online eBay akhirnya melarang penjualan hoodie H&M bertuliskan “coolest monkey in the jungle” yang dikenakan seorang model anak berkulit hitam. Bahkan, musisi asal Kanada The Weeknd mengaku sangat syok dan malu akibat beredarnya kabar itu. Ia pun memutuskan kerja sama dengan H&M. Setelah banyak dihujat, H&M akhirnya minta maaf, mulai melakukan investigasi dan telah menarik produk tersebut dari situs penjualan dan toko di seluruh dunia.

Intel

iklan
sumber: gawker

Memang, prosesor komputer tidak terlalu fotogenik untuk dijadikan latar sebuah poster kampanye iklan. Tapi,  yang jadi pertanyaan, mengapa terlihat ada seorang eksekutif berkulit putih berdiri dengan bangganya di tengah tim atlet yang semuanya berkulit hitam?

Seperti halnya, dalam iklan-iklan berbau rasisme, iklan ini menunjukkan jika tim atlet berkulit hitam tersebut gagal menunjukkan sikap perlawanan. Setelah banyak mendapat kritik, Intel pun akhirnya mengakui jika iklan tersebut adalah sebuah “ketidakpekaan budaya” hingga akhirnya menarik iklan itu dari publik.

Sayangnya, langkah itu dinilai sudah terlambat, karena The Foundation for Taxpayer & Consumer Rights yang berbasis di Santa Monica, CA, menganggap jika Intel mendukung suara yang menghalangi gugatan perkara atas pelanggaran hak-hak sipil.

Sony

iklan
sumber: theatlanticblackstar

Lagi-lagi, sebuah iklan yang menunjukkan superioritas kelompok ras tertentu terhadap ras lainnya. Dalam poster iklan itu, terlihat jelas seorang wanita berkulit putih dengan pongahnya mengangkat dagu seorang wanita Afro Amerika. Banyak orang bereaksi jika iklan ini memberi tontonan keji atas rasisme di mana tujuannya amat terlihat jelas.

Sony Coporation sendiri merilis iklan tersebut tahun 2006 lalu, dan lebih mengejutkanlagi mereka menolak meminta maaf. Menurut pihak Sony, poster itu sengaja didesain untuk menempatkan versi hitam dan putih model PortablePlaystation dan beberapa gambar dari iklan itu sebetulnya mendemontrasikan dominasi wanita si kulit hitam.

Popchips

iklan
sumber: businessinsider

Aktor Ashton Kutcher menjadi tokoh sentral dalam iklan makanan ringan kentang, Popchips. Dalam iklan video singkat keripik kentang itu, Kutcher berperan sebagai produser Bollywood, dengan wajah kecoklatan yang menampilkan karakter sebagai seorang bujangan lapuk pencari cinta.

Dalam video yang sama pula,  juga menampilkan Kutcher di sisi sebaliknya sebagai penyanyi, sosialita urban terawat, dan generasi hippie modern. Memang banyak orang tak mengetahui iklan tersebut lantaran hanya sehari tayang sebelum akhirnya ditarik dari peredaran.

CEO Popchips adalah yang pertama mengambil keputusan untuk menarik iklan tersebut sebagai respon terhadap kritik publik. Bahkan, Ashton Kutcher pun tak luput dari kritikan lantaran mau mengambil peran dalam iklan yang cenderung mengandung unsur SARA itu.

Perwakilan Popchips pun angkat bicara, bahwa iklan tersebut sebenarnya hanya untuk lucu-lucuan, dan tak bermaksud sama sekali mengangkat stereotipe atau menyerang kelompok tertentu.

Ralph Lauren

iklan
sumber: cnn

Coba perhatikan baik-baik poster iklan tersebut! Apakah kamu melihat ada kejanggalan? Wajah suku asli Amerika tersebut menggambarkan gaya vintage desainer Ralph Lauren yang terinspirasi rompi syal kerah. Keseluruhan rakitan yang dianggap menyalahi zaman itu bisa ditemukan pada koleksi liburan RL 2014.

Iklan yang dirilis sebelum hari Natal 3 tahun lalu itu, mengundang reaksi para aktivis suku asli Amerika lantaran mengingatkan pada tragedi genocida yang dialami suku asli Amerika oleh pendatang kulit putih.

Lantaran tekanan dan kritik publik, pihak perusahaan pun akhirnya menarik iklan dari situs resmi. Meski demikian, RL sendiri berargumen jika iklan tersebut hanya berupaya menyampaikan makna kekayaan sejarah, dan indahnya warisan budaya suku asli Amerika.

Qiaobi

Tahun 2016, publik juga sempat dibuat geram oleh iklan brand deterjen asal Tiongkok Qiaobi. Bahkan, iklan itu disebut-sebut sebagai iklan paling rasis yang pernah terjadi belakangan tahun terakhir. Brand yang berslogan “Change begins with Qiaobi” ini memang jadi pemimpin pasar dengan pasokan stok terbatas.

Ketika perusahaan menyadari iklan tersebut banyak menuai kecaman dari banyak orang, mereka pun meminta maaf, namun juga menuding jika pihak media terlalu sensitif dan membesar-besarkan. Saat dikonfirmasi koran nasionalis China The Global Times, juru bicara perusahaan Mr. Wang mengatakan, jika kritik publik terlalu sensitif dan isu diskriminasi ras sebetulnya tidak pernah muncul selama produksi video iklan tersebut.

Gimana menurut kamu?

 

*berbagai sumber

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.