Dropship: Cara Bisnis Online untuk Pemula Minim Risiko

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

bisnis online

Berdasarkan data pemerintah, dari kisaran 50 juta pelaku UKM, ternyata masih di bawah 5 persen pelaku UKM yang sudah online. Sedangkan, data Google menunjukkan, ada 8 juta UKM yang potensial. Dropshipping adalah salah satu model bisnis online paling pas bagi orang yang baru memulai usaha dan enggan direpotkan dengan urusan produksi. Selain minim risiko, biaya, juga bisa dieksekusi otomatis.

Pertama, dari sisi minim risiko, para dropshiper hanya perlu membeli barang yang sudah pasti dipesan konsumen. Dari sisi minim biaya, seorang dropshiper tidak perlu membeli produk dalam jumlah banyak untuk mendapat harga murah sekaligus menyiapkan inventori. Ketiga, dari sisi dieksekusi otomatis, para dropshiper juga tak perlu repot melakukan pengiriman barang bila mendapat pesanan, karena hal itu sudah dilakukan oleh produsen atau reseller di atasnya.

Berikut adalah beberapa tips melakukan bisnis dropship bagi pemula:

Fokus menguasai pemasaran

Lantaran hampir semua aktivitas dalam bisnis dropship sudah terotomatisasi, maka fokus seorang pebisnis dropship adalah melakukan pemasaran dan penjualan. Seorang pebisnis dropship wajib menguasai bagaimana cara beriklan yang baik, menarik trafik, dan mengubah pengunjung situs atau media sosial menjadi pembeli.

Sebagai informasi, rata-rata toko ecommerce hanya menghasilkan angka konversi 1-2 persen dari jumlah pengunjung. Artinya,  kalau toko kita hanya dikunjungi 100 orang, bisa jadi kita tidak akan bisa menghasilkan penjualan sama sekali 😀

Dengan fokus pada beriklan atau paid media, tentu akan jauh lebih cepat menarik trafik. Namun, jika tak punya banyak anggaran, strategi content marketing dan melakukan optimasi halaman produk dapat membantu juga menciptakan audiens.

Menciptakan penawaran yang mengesankan

Masih terkait dengan cara beriklan, hal penting lainnya yang harus dilakukan seorang pebisnis dropship adalah membuat penawaran yang mengesankan bagi calon konsumen. Salah satunya, adalah dengan menjalankan taktik promosi yang sesuai dengan skala usaha.

Hindari menjual produk di bawah harga pasaran

Melakukan dropship produk, semisal dari AliExpress akan memungkinkan kita mendapat produk dengan harga rendah. Biaya produknya biasanya merupakan harga grosir, sehingga memungkinkan para dropshiper menjual dengan harga lebih mahal dan menghasilkan keuntungan lebih besar.

Pastikan juga, harga jual produk sudah memperhitungkan biaya pemasaran dan pengeluaran bisnis lainnya. Selama harga jual yang ditawarkan cocok dengan target pasar, maka pastikan kita harus mempertahankan harga jual yang menguntungkan dan jumlah pesanan.

Namun, biasanya juga para produsen sudah menetapkan Harga Eceran Terendah (HET), sehingga para reseller atau dropshiper di bawahnya dipastikan menjual tidak di bawah harga yang sudah ditetapkan, sehingga persaingan tetap sehat.

Sumber: Oberlo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.