Bos yang Terlalu Pintar Ternyata Sulit Nyambung dengan Karyawannya

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Mungkin kebanyakan dari kita berpikir bahwa memiliki bos yang sangat pintar bisa menjadi hal yang menguntungkan. Namun, riset terbaru justru menunjukkan bahwa perlu adanya tingkat kecerdasan optimal dari seorang pemimpin untuk bisa berkomunikasi dengan stafnya.

Para ahli menemukan, bahwa bos yang memiliki IQ 18 poin lebih tinggi dibanding karyawannya mulai kehilangan rasa hormat. Hasil juga menunjukkan kaitan erat antara kecerdasan dan rating performa dari para staf.

Hal ini mencuat lantaran cuitan Donald Trump, yang dengan bangganya mengaku memiliki intelektual yang sangat baik. Riset juga menunjukkan bagaimana para manajer  lebih sangat dilihat kemampuan memimpinnya, dibanding performa dan kecerdasan sebenarnya. Dalam kebanyakan bisnis, semakin tinggi ratingnya, maka sudah lazim siapa pun yang paling cerdas dan baik akan mengisi posisi paling atas.

John Antonakis dari University of Lausanne, memimpin sebuah studi, yang mengetes IQ sebanyak 350 manajer menengah dan meminta para staf menilai performa mereka. Ia ingin memeriksa ide intuitif bahwa orang paling cerdas selalu menempati posisi teratas. Dr Antonakis pun penasaran apakah hubungan antara kecerdasan dan kinerja mungkin hanya berlaku benar sampai titik tertentu.

donald trump
sumber: dailymail

Hasil kajian pun menunjukkan, bahwa setidaknya hal itu terjadi dalam persepsi si karyawan sendiri. Semakin pintar bos, maka cenderung semakin buruk pula mereka menilai performa karyawannya.

Kepada The Times, seorang profesor yang mendalami perilaku organisasi mengatakan, secara tipikal kita hanya ingin dipimpin oleh seseorang yang mampu kita identifikasi.

“Kamu harus lebih pintar dari yang dipimpin atau membuat para kompetitor tidak menyalip. Tapi kamu tak harus terlalu pintar di depan orang-orang yang tidak mampu memahami apa yang kamu katakan,”katanya.

Jika mereka terlalu pintar, atau berada di menara gading, kesenjangan intelektual antara sang pemimpin dan yang dipimpin akan membuat semakin sulit para karyawannya mengidentifikasi bos mereka sendiri.

Dr Antonakis menambahkan, sangat penting bagaimana individu melihat seorang pemimpin, seberapa puas ia bekerja bersama dan apakah mereka merasa termotivasi.

Sumber: Dailymail

Leave a Reply

Your email address will not be published.