Bisnis Online Menjamur, Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Ogilvy?

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
bisnis online
sumber: Lexphi

Di usianya yang ke-38 dalam kondisi drop out kuliah, dan menjadi pengangguran, ia belum menulis satu kata pun. Tapi saat usianya menginjak ke-41, Ogilvy mampu menjadi copywriter paling terkenal masa itu. Bahkan tahun 1962, majalah Time menjuluki David Ogilvy sebagai “tukang sihir paling dicari dalam industri periklanan”.

Meski, sempat bergonta-ganti profesi dari mulai chef, peneliti, salesman, dan petani,  karir Ogilvy melesat jauh saat menjadi copywriter dan eksekutif periklanan. Ia menciptakan beberapa kampanye pemasaran yang sukses dan ikonik, seperti Man in the Hathaway Shirt, Rolls Royce, Super Shell, dan Schweppes.

Di era menjamurnya bisnis online seperti sekarang, konten menjadi kunci untuk menarik trafik. Namun, beberapa prinsip Ogilvy dalam menciptakan kampanye rasanya tak pernah lekang oleh waktu.

Sebagai content marketer dan advertiser banyak hal tentunya yang bisa kita pelajari dari seorang legenda Ogilvy. Ia dikenal sebagai pionir yang mempromosikan kekayaan informasi serta teknik “soft sell” yang tidak merendahkan kecerdasan si prospek.

Di tengah minimnya kreativitas para pengiklan online, tentunya kita bisa pelajari bagaimana Ogilvy membangun kepercayaan prospeknya, memengaruhi pembaca, dan menciptakan konten yang berkesan. Bapak periklanan ini juga mengajarkan tentang produktivitas, branding, riset, dan ambisi.

Berikut adalah beberapa prinsip kreatif Ogilvy:

1. Proses kreatif

bisnis online
sumber: people

Dalam bisnis modern, tak berguna mau jadi sekreatif apa pun, sebelum kita bisa menjual apa yang sudah kita ciptakan. Memiliki pemikiran orisinil tentu baik dalam dunia pemasaran, tapi bukan jaminan atas segalanya. Bagi Ogilvy, jika kita belum mampu berpikir untuk terkoneksi dengan audiens, membangun rasa percaya, menjual produk serta jasa saat menulis copy pemasaran, maka kita perlu menguji kembali motivasi diri. Jangan menciptakan konten supaya kamu terlihat pintar, tapi buatlah konten yang membantu, memberi sudut pandang, dan menarik untuk target audiens.

2. Riset dan test

bisnis online
sumber: pixabay

Latar belakang Ogilvy sebagai peneliti, sangat menguntungkannya kala membangun bisnis agensi periklanan. Jika kita berupaya membujuk orang untuk melakukan atau membeli sesuatu, maka gunakanlah cara dan gaya bahasa mereka sehari-hari, yakni bahasa yang ada dalam pikiran mereka. Maka itu penting bagi kita untuk meriset, memahami sang prospek dari mulai cara berpikir, berbicara, dan tujuan mereka.

Dengan memahami persona audiens akan membantu kita menulis headline, postingan blog, landing page, atau e-book dengan kalimat lebih tepat. Jangan pernah berhenti melakukan tes, maka iklan kita pun akan terus berkembang. Bagi Ogilvy, orang periklanan yang mengabaikan riset sama bahayanya dengan seorang jenderal yang mengabaikan sinyal kode bahwa musuh akan segera datang.

3. Mengapa kita menulis?

bisnis online
sumber: koozai

“Jangan beranggapan bahwa pembaca kamu sedang berada bersama dalam stadium besar. Ketika mereka membaca tulisan kita, mereka sendiri. Anggap saja, kita sedang menulis surat yang diperuntukkan untuk masing-masing pribadi.”

Sebagai penulis, terkadang ide untuk bisa terhubung dengan audiens yang besar menjadi masalah. Seperti halnya, saat bicara di depan publik kadang lebih mengintimidasi dibandingkan bicara dengan orang satu per satu. Maka, pesan Ogilvy, anggaplah kamu menulis secara pribadi yang ditujukan secara pribadi pula.

Terkait hal ini, bangunlah ide dasar, tujuan menulis, posisi narasi dan argumentasi apa yang mau disampaikan.

4. Seberapa kuat headline?

bisnis online
sumber: resetstrategies

Sama halnya, seperti menulis headline sebuah berita, maka dalam periklanan pun headline juga menjadi kunci penentu. Rata-rata, orang akan membaca headline 5x lebih banyak dibandingkan tulisan batang tubuh. Jangan pernah gunakan headline yang menipu atau tak relevan. Orang berupaya membaca secepat mungkin apa yang ingin kita sampaikan.

Headline yang sederhana lebih baik, namun ingat 8 dari 10 orang membaca headline, tapi hanya 2 dari 10 yang membaca kelanjutannya. Jika headline yang kita buat membingungkan, kaku, dan tidak menarik, kemungkinan besar mereka tidak akan lanjut membacanya.

5. Bermainlah untuk menang

bisnis online
sumber: TripelM

“What we do in our day-to-day lives might occasionally seem mundane, but remember this — every day, we are giving the opportunity to make a difference. To teach, to stimulate conversation, to persuade.” –Ogilvy-

Bermainlah untuk menang, tapi nikmati prosesnya. Selama kita masih hidup, tidak akan pernah ada kata pensiun untuk belajar. Namun, bisa kebayang jika setiap hari otak kita dipaksa untuk berpikir?

Pastikan ambisi pribadi tidak menghancurkan kesenangan kita selama berkarya. Mulailah untuk berpikir pada tujuan yang lebih besar. Bagaimana kita bisa terus menciptakan perbedaan setiap hari? Bagaimana kita bisa terus menghasilkan gagasan lebih dahsyat dari sekarang? Bagaimana jika apa yang kita lakukan sekarang berdampak pada lingkungan sekitar?

So on…and on… Seperti yang dikatakan Ogilvy, selalu ada kesempatan … 🙂

 

Disarikan dari copybloggers.com/wikipedia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.