Belum Merasa Bahagia? Simak Inspirasi dari 3 Film Pencarian Jati Diri Ini

Sebuah quote menarik dari Bobby Brown di atas sepertinya memang pas disematkan pada karakter utama wanita di film-film ini. Saya bukan pecinta film drama, secara suka bertele-tele dan bikin ngantuuk….hehe.. Terkecuali untuk 3 film bergenre drama komedi romantis berikut ini, yang gak pernah bosen nontonnya meski udah beberapa kali 😀

Kenapa yah saya mesti milih 3 film ini? Secara umum, ini adalah film-film yang menempatkan perempuan sebagai tokoh utama-nya dengan berbagai problema karir, percintaan, dan persahabatan dalam hidup mereka.

Cerita yang disajikan pun sangat down to earth dan dekat dengan keseharian kita, di mana dua film yang diproduksi di antaranya berawal dari cerita novel.

Jika diperhatikan film-film ini juga memiliki benang merah yang sama di mana pada akhirnya menunjukkan bahwa ambisi yang mereka perjuangkan mati-matian selama ini bukanlah sesuatu yang benar-benar membuat mereka “happy”.

Hingga, sampailah mereka pada jawaban di mana menjadi diri sendiri dan mensyukuri apa yang telah dimiliki–lah yang justru membuat hidup mereka lebih seimbang dan tentu saja bahagia.

Buat yang belum sempat nonton, yuk ceklist 3 film berikut ini;

The Devil Wears Prada (2006)

film the devil wears prada

A million girls would kill for this job”. Inilah salah satu quote paling populer jika anda pernah menyaksikan film besutan sutradara David Frankel ini. Siapa sih para wanita yang gak mau punya semua barang-barang yang ada di film itu? Hehe….

Berkisah tentang seorang lulusan mahasiswi jurnalistik Andy Sachs (diperankan Anne Hathaway) yang sangat bersemangat melamar kerja sebagai asisten personal Miranda Priestly (Meryl Streep), seorang pemimpin redaksi majalah fesyen ternama Runway, cerita pencarian jati diri pun dimulai.

Dari mulai berbagai celetukan polos Andy, konflik ringan dengan kekasih, sampai menghadapi sikap dingin sang bos yang judesnya naujubilah hehe.. penonton pun diajak merasakan engagement yang lebih emosional di adegan akhir film antara Andy dan Miranda.

The Devil Wears Prada merupakan film yang kisahnya diambil dari novel best seller dengan judul sama yang terbit tahun 2003. Ditulis oleh Lauren Weisberger, mantan karyawan majalah Vogue, sehingga disebut-sebut kisahnya terinspirasi dari pengalaman pribadinya sendiri saat menjadi anak buah Anna Wintour.

Dalam film tersebut, Lauren Weisberger juga menjadi cameo bersama sosialita Ivanka Trump dan model Heidi Klum. Namun, banyak pihak menyayangkan tidak munculnya sosok Anna Wintour sebagai cameo dalam film itu.

Confessions of a Shopaholic (2009)

film confessions of a shopaholic

Ini adalah salah satu film komedi romantis favorit saya, yang kisahnya berdasarkan novel berseri karya Sophie Kinsella. Kali ini adalah Rebecca Bloomwood (diperankan Isla Fisher), seorang jurnalis majalah keuangan yang menjadi korban kejamnya debt collector. Meski sudah memiliki penghasilan tetap, miss Bloomwood masih juga tak mampu melunasi utang-utangnya.

Demi menuruti ambisinya menjadi seorang wanita stylish, ia memang selalu tak bisa menahan godaan untuk membeli barang-barang mewah, bahkan hingga limit kartu kreditnya habis 🙂  Hal ini tak lain, karena ia masih memliki mimpi untuk bekerja di sebuah majalah fesyen bernama “Allete” dan berambisi tampil layaknya para wanita di sana.

Dari awal hingga akhir cerita, film ini memang sangat menarik, dengan mayoritas adegan komedi, tentu membuat siapa pun yang menontonnya tak pernah berhenti tertawa melihat aksi konyol aktris Isla Fisher si pameran utama. Kisah asmara dengan sang bos Luke Brandon (diperankan si ganteng Hugh Dancy:D) juga makin melengkapi sisi romantis film yang berakhir happy ending ini.

13 Going On 30 (2004)

film 13 going on 30

Layaknya kisah seorang putri yang ada di dongeng-dongeng, film fantasi ini menceritakan impian gadis remaja yang ingin memiliki kehidupan serba sempurna. Jenna Rink remaja (diperankan Christa B Allen) si tokoh utama yang sangat membenci kehidupan yang ada di sekolahnya, sangat berambisi untuk menjadi gadis populer yang memiliki segalanya termasuk pria dambaan.

Menurutnya, menjadi cepat dewasa adalah cara terbaik untuk mendapat penghormatan dari orang lain. Hingga pada suatu momentum ultah-nya, hidupnya pun berubah drastis. Ia mendapatkan semua impiannya dan tetiba menjadi sosok wanita dewasa yang cantik dan cerdas.

Sosok Jenna dewasa (diperankan Jennifer Garner), digambarkan sebagai wanita karir sukses dan terlihat sempurna. Hingga pada akhirnya, ide kerjanya dicuri oleh teman masa kecil-nya, yang sangat ia percaya. Jenna pun mulai menyadari bahwa semua yang ia kejar selama ini semu, bahkan hubungan baik dengan sahabat terbaik-nya sejak kecil, Matt Flamhaff dewasa (diperankan Mark Rufallo) sempat merenggang.

Perjalanan Jenna dalam mencari jati diri-nya menjadi magnet dalam film ini. Setidaknya kisah ini menyadarkan kita bahwa apa yang kita pikir adalah yang terbaik, nyatanya tidak selalu berlaku demikian 🙂

#The individual has always struggle to keep from being overwhelmed by the tribe. If you try it, you will be lonely often, and sometimes frightened. But no price is too high to pay for the privilege of owning yourself# Nietzsche

Leave a Reply

Your email address will not be published.