Belajar Menulis Kalimat Iklan Online dari Sebuah Feature

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Saya bukan termasuk penggemar novel-novel Indonesia. Di antara semua buku, baik itu bentuk novel atau biografi, cuma satu novel yang bagi saya punya sisi humanis menarik sampai saya meneteskan air mata. Judul novel jadul itu adalah Rindu Ibu Adalah Rindu-Ku yang ditulis oleh Motinggo Busye. Bagi yang belum tahu, silahkan googling sinopsis novelnya, yang jelas cerita itu ditulis berdasarkan kisah nyata. Novel itu sendiri saya baca tahun 2003, tapi masih begitu meninggalkan kesan hingga bertahun-tahun setelahnya.

Mengapa novel itu begitu menarik bagi saya? Pertama, tentu saja karena penulisnya mampu menggunakan kata-kata dan kalimat deskripsi yang indah, hingga sebagai pembaca saya bisa larut dalam cerita itu. Lewat kekayaan kosakata sang penulis, saya seolah turut merasakan apa yang dialami para tokoh dalam cerita. Kedua, ceritanya memang diambil dari kisah nyata.

Selain novel tersebut, ada juga satu artikel feature di Kompas (sekitar tahun 2011-2012) yang masih sangat berkesan bagi saya yaitu kisah masa lalu seorang wanita karir sukses yang lahir dari keluarga berada. Namun masa kecil dan remajanya harus dihabiskan di panti asuhan lantaran dibuang oleh keluarga besarnya, tepat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Cerita itu benar-benar bikin saya patah hati, sekaligus bersyukur. Ternyata, ada juga keluarga yang kejam memperlakukan anak kecil, saudara sendiri pula 🙁

feature
sumber: tabloidbintang

Berikutnya, adalah tulisan teman saya sendiri Andi Sapto, yang mengulas kehidupan Drs Suyadi alias Pak Raden di mana teman saya ini sempat mewawancarai beliau beberapa waktu sebelum pencipta karakter unyil ini meninggal dunia. Bagi anak-anak era 80-90’an, tentu saja sosok Pak Raden sudah tak asing lagi. Sebagai seorang maestro dunia seni, rasanya miris melihat kehidupan Pak Raden di masa tuanya, hanya ditemani kucing-kucing di sebuah rumah tinggal sederhana.

Ya, tak bisa dimungkiri jika tulisan yang baik adalah tulisan yang memiliki efek menggerakkan pikiran dan perasaan pembaca. Di era digital seperti sekarang, salah satu aspek yang membuat sebuah konten viral, adalah kala mampu membangkitkan emosi orang. Konten yang mampu menyentuh sisi emosi memang tak akan mudah dilupakan. Itulah mengapa di zaman sekarang antara format iklan dan konten sudah tak dapat dipisahkan lagi.

Menulis kalimat iklan yang kreatif rasanya wajib bagi para pebisnis online, jika tidak ingin tenggelam begitu saja di tengah hiruk pikuk dunia maya. Saya sendiri masih belajar banyak bagaimana menulis copy yang menarik, masa iya bayar iklan udah mahal-mahal, kontennya basi. Salah satu sumber belajar saya adalah feature di media massa. Bagaimana semestinya, mengambil angle yang tepat dan menulis lead yang menarik.

 

feature
sumber: krisnamaulana.net

Feature sendiri merupakan karangan khas yang diolah berdasarkan fakta-fakta yang ada dalam kehidupan masyarakat. Namun, berbeda dengan format berita biasanya (straight news) yang mengandalkan cara menulis piramida terbalik mencakup unsur 5W+1H, sebuah feature cenderung bisa menerabas aturan-aturan itu, selama penggunaan kalimatnya dinilai pas dan mampu menggugah rasa.

Pada dasarnya, penulis feature adalah seorang yang berkisah, ia mampu melukis gambar dengan kata-kata, menghidupkan imajinasi, serta pandai bertutur agar orang larut dalam cerita. Berikut adalah jenis-jenis feature pada umumnya:

  1. Feature berita
  2. Human interest
  3. Tips
  4. Biografi
  5. Sejarah
  6. Catatan unik atau catatan sebuah perjalanan

Seperti halnya, menulis sebuah berita biasa, lead (kalimat pembuka) memegang peranan penting untuk menarik minat pembaca. Lewat sebuah lead, pembaca akan memutuskan apakah ingin meneruskan membaca tulisan kita atau kabur membaca yang lain. Tak heran, jika banyak penulis mati-matian berjibaku dengan aspek satu ini, demi hasil yang sempurna.

Begitu pula, dalam beriklan di media sosial, tak cuma kalimat, namun gambar dan video akan memegang peran penting apakah target audiens akan lanjut ke tahap selanjutnya atau tidak, misalnya melakukan call to action tertentu.

Karena pembahasan di sini khusus tulisan, maka contoh yang dibahas pun adalah jenis-jenis kalimat pembuka (lead) yang biasanya menarik dalam feature. Mungkin bisa menjadi inspirasi saat akan membuat kalimat iklan nanti:

Lead ringkasan

Pensiun dini yang harus dialaminya ternyata membuka jalan baru yang lebih menggairahkan hidupnya. Bahkan, ia merasa lebih nikmat dengan profesi barunya sebagai pengusaha roti.

Lead narasi

Sebagai gadis muda yang tumbuh di Selatan Chicago, Mae C Jemison kerap menyaksikan siaran televisi perjalanan luar angkasa Gemini dan Apollo yang kelak menjadi cita-citanya. Tak peduli, jika banyak para astronot pria berkulit putih, sementara ia hanya wanita berkulit hitam. Namun, ia benar-benar tahu apa yang diinginkannya. Menjadi penjelajah luar angkasa. Kini, di usianya yang ke-35, Dr Jemison telah mewujudkan keinginan masa kecilnya. Ia pun menjadi wanita Afro Amerika pertama yang sukses menjelajah luar angkasa…..

Lead deskripsi

Gedung Eastern District Court of Virginia di 401 Courthouse Square, Alexandria, Negara Bagian Virginia, adalah bangunan yang indah. Dari luar, gedung pengadilan megah ini mirip perkantoran elite. Lantainya terbuat dari pualan kelas tinggi. Dindingnya campuran antara lis kayu warna cokelat dan tembok krem. Desain ruangan dalamnya seperti hotel saja laiknya. Bedanya, semua orang dan barang yang masuk harus melewati pemeriksaan ketat… Di gedung itulah seorang warga negara Indonesia bernama Agus Budiman, 31 tahun, harus menghadapi sidang… (Tempo, 2 Desember 2001)

Lead kutipan

“Bahkan, kalau anda bermimpi mampu mengalahkanku, Anda lebih baik bangun dari tidur dan minta maaf.” Inilah salah satu kutipan Muhammad Ali yang terkenal.

“Satu rupiah saja, Anas korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas.” Begitu kata mantan Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum kepada media, di Jakarta.

Lead kalimat pendek

Serba Hijau. Pintu gerbangnya bercat hijau. Mobil, meja kerja, teralis, gordin, cat rumah, genting, semuanya hijau. “Hijau berarti sejuk,” kata pemilik rumah yang juga hampir tiap hari memakai baju hijau.

Lead pertanyaan

Apakah anda suka memakai tabir surya? Riset menyebutkan, ternyata ada risiko tersembunyi di balik salah satu produk favorit kaum hawa itu….

Ingin dapat kursi gratis terbang ke Singapura di akhir pekan? Sebuah maskapai penerbangan tengah mengadakan promo besar-besaran….

Lead ungkapan (pepatah)

Johanshah memilih jurus sedia payung sebelum hujan. Dia tak ingin tubuhnya dihantam penyakit hepatitis yang mematikan. Karena itu, pria 33 tahun ini pun rajin minum cairan suplemen berbahan baku temu lawak. Namun, keyakinan konsumen seperti Johan itu tengah dipertanyakan. (Tempo, 23 Desember 2001).

Lead sensasi

Ada  yang tak biasa di Plaza Senayan, Jakarta, hari-hari ini. Saat melewati pintu masuk, telinga pengunjung akan disambar bunyi-bunyi yang sebelumnya tak lazim terdengar di pusat pertokoan kelas atas itu. Irama padang pasir meluncur dari petikan oud -instrumen petik yang lebih populer dengan nama gambus-dan tabuhan kendang dumbek (Tempo, 23 Desember 2001)

Lead kontras

Dono dan Doni adalah kakak beradik yang nasibnya bersebrangan. Dono hidup merana dari penjara ke penjara. Sementara, Doni hidup bergelimang kemewahan dari hotel ke hotel. Keduanya tak sengaja bertemu di sebuah tempat: kuburan.

Lead dialog

“Kenapa kamu menggandakan VCD porno itu?” “Habis banyak yang pesen!” “Siapa saja yang pesan?” “Wah, tidak ingat Pak!”

===

Itulah beberapa lead yang biasa digunakan dalam tulisan feature. Lalu, bagaimana memanfaatkan lead feature di atas untuk beriklan dengan gaya covert selling atau storytelling? Berikut adalah contoh kalimat iklan yang menggunakan lead deskripsi  (terlampir dalam salah satu buku praktisi periklanan Budiman Hakim):

Saya pernah memimpikan kerja di gedung sendiri dengan desain kawinan modern dan membumi. Dan, inilah hasilnya, sebuah bangunan ciamik di Jalan Bangka 1 No 18, Jaksel. Bangunan depan bergaya tempo dulu, dipadu gedung tiga setengah lantai bergaya industrialis dengan total luas bangunan 700 meter persegi. Ada jendela-jendela kaca super lebar, sehingga saya bisa memandang keindahan gemerlap SCBD di malam hari sambil menyeruput kopi panas. Kalau kalian punya mimpi yang sama, yakinlah pasti bisa. Tapi, kalian nggak perlu bikin capek-capek dari nol. Kalian tinggal japri saya, karena gedung ini saya JUAL CEPAT, HARGA BERSAHABAT.

Lead pertanyaan?

Pengen gebetan lebih perhatian? Dijamin kamu lebih keren dan kekinian dengan Jaket Bomber Jokowi ini.

Mau pergi ke pesta, nggak punya baju kece? Klik di sini dan pilih ukuran Anda

Tas  apa yang ingin Anda bawa? Cek apakah warna favorit Anda tersedia

 

Ide memang mahal, pada akhirnya menulis adalah tentang perjalanan bukan pelarian, begitu pula dengan usaha yang kita jalani 🙂

Baca juga: 5 Tahapan Menulis Kalimat Iklan yang Mendatangkan Penjualan

 

Sumber: jurnalistiksite/romeltea/wattpad Rihad Wiranto/Storytelling Budiman Hakim

Leave a Reply

Your email address will not be published.