Belajar Bisnis Fesyen ala Pendiri Bloop Endorse

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Kehadiran bisnis distro di Tanah Air sudah berlangsung lebih dari 20 tahun-an, dan mengalami puncaknya di tahun 1996 hingga 1998. Bisa dibilang, ini adalah masa di mana mulai banyak produsen streetwear lokal yang menawarkan keunikan masing-masing produknya.

Pada pertengahan 1990-an pun, muncul brand-brand lokal yang masih eksis hingga kini, seperti UNKL347, Ouval Research , dan Harder. Kebutuhan fesyen manusia memang tak ada habisnya, maka tak heran bisnis clothing atau distro memang selalu menarik perhatian anak muda. Hal ini pun memberi pengaruh positif bagi perkembangan tren dan dunia fesyen.

Potensi ini pula yang membuat Theresia Alit Widyasari (Widya) dan kedua kakak laki-lakinya memulai bisnis distro yang dinamakan Bloop pada tahun 2003 di Kalimalang. Bisnis distro yang sebelumnya lebih dulu meledak di Bandung sebagai kota industri kreatif tidak menyulutkan ketiga bersaudara ini untuk membukanya di Jakarta.

Pada saat itu, mereka mulai berdagang dengan cara mengambil barang dari Bandung untuk dijualkan di Jakarta selama 3 kali seminggu. Seiring perkembangannya, Bloop kemudian pindah ke kawasan Tebet Utara yang lebih strategis. Melihat pengunjung yang makin banyak, mereka memutuskan untuk membuat produk sendiri karena margin keuntungan yang lebih besar.

Wanita lulusan Fashion Business Management di University of Westminister , London yang pernah memenangi kompetisi Ernst  & Young Enterpreneurial Winning Women 2010 ini menjabat sebagai Direktur Pemasaran dengan mengembangkan strategi pemasaran  getok tular alias word of mouth.

Salah satu contoh strategi kreatifnya adalah memberi kejutan pada pelanggan saat di toko, seperti dengan tiba-tiba memberi amplop yang berisi voucher senilai Rp 1,5 juta dan harus dibelanjakan dalam waktu 5 menit. Kehebohan itu, lantas menciptakan cerita yang kemudian menyebar dari mulut ke mulut.

Bloop juga selalu berupaya untuk mengikuti perkembangan event musik, di mana saat Bon Jovi konser di Jakarta, mereka menyiapkan kaos khusus bagi pengunjung konser.

urbie
Salah satu koleksi lini kedua Bloop, Urbie 🙂

Di awal pendiriannya, Bloop memiliki 50-100 pengunjung tiap harinya, saat akhir pekan mncapai 200-300 pengunjung. Kini, angka pengunjung bisa mencapai 1000-1500 per hari, lebih banyak lagi saat akhir pekan.

Tak puas, sampai di situ, mereka mendirikan lini kedua, yakni Endorse dan Urbie dengan karakter kuatnya masing-masing. Seiring perkembangan digital, kini semua produk mereka bisa didapatkan secara online, sehingga memudahkan pelanggan di luar Jakarta untuk mendapat produk eksklusif mereka.

Nah, sekarang kabar gembiranya sudah terbuka kesempatan buat teman-teman  premium  member SB1M yang ingin bermitra untuk menjualkan produk Bloop Endorse. So, sebelum penuh kuota dan ditutup mending cepetan  daftar deh ya  🙂

 

*101youngceo/bloop

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.