8 Trik Mengetahui Target Pasar Bisnis

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

target market

Memiliki target pasar yang tepat adalah kewajiban bagi setiap brand, agar proses komunikasi dan penyampaian pesan pun menjadi lebih efektif dan efisien. Untuk itu, anda pun harus melangkah lebih lanjut dan mengetahui lebih baik profil calon pelanggan.

Mengikuti perkembangan tren di pasar sekaligus produk harus rutin dilakukan, karena ekspektasi dan profil konsumen akan selalu berubah cepat seiring zaman. Maka, kita perlu meramalkan apa yang mereka butuhkan, sebetulnya benar-benar terjadi perubahan selera.

Cara paling mudah untuk melanggengkan bisnis adalah dengan memiliki pelanggan yang mencintai produk atau layanan kita. Sedangkan, cara untuk cepat gagal adalah lebih mencintai ide dan produk sendiri dibanding mencintai pelanggan kita.

“Mendekatlah pada pelanggan anda. Dengan demikian, anda akan paham apa yang mereka benar-benar butuhkan, bahkan sebelum mereka menyadarinya sendiri,”kata Steve Jobs.

Nah, bagaimana kira-kira anda melakukannya, berikut 8 trik yang bisa anda lakukan;

Buktikan asumsi anda

Langkah pertama yang paling penting, anda harus meredefinisi target audiens anda. Jangan dulu berasumsi apa pun. Anggaplah, anda menargetkan kelas menengah wanita. Kenapa? Anda harus menggali lebih dalam, misalnya, gaya hidup atau pesan semacam apa yang tepat untuk mereka. Namun, jangan juga diterima selaku benar, sampai ada bukti nyata yang mendukung asumsi anda.

Belajar dari kajian sebelumnya

Riset pemasaran pada tahap awal pastinya sangat penting. Coba baca kembali beberapa studi, contoh dan analisa psikologis oleh para pemasar yang telah ada sejak dulu. Selain itu, anda bisa gali dari sumber lainnya dari laporan industri terkait, penelitian, dan kajian lainnya. Saring seluruh data dan kaitkan yang relevan dengan yang kondisi saat ini.

Ciptakan persona pelanggan

Ketika anda sudah memiliki data-data yang cukup hingga terbentuk suatu konklusi, anda pun bisa mulai membangun persona pelanggan. Persona di sini adalah semacam karakter fiksi yang menggambarkan “sifat utama” rata-rata pelanggan anda.

Persona termasuk, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan penghasilan serta faktor psikologis lainnya seperti kondisi temperamental, sensitivitas, dan keingintahuan terhadap sesuatu.

Survei kuantitatif & kualitatif

Saatnya anda punya back up dari asumsi-asumsi anda selama ini dan mulai melakukan riset utama (tak hanya berdasarkan sumber kedua seperti di atas). Anda bisa melakukan survei kecil-kecilan dengan kuesioner dengan pilihan ganda, sehingga anda mudah mengukurnya secara statistik. Ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan brand anda.

Bahkan, anda bisa melengkapi hasil survei kuesioner dengan metode kualitatif dengan pertanyaan terbuka, seperti tentang perasaan atau tanggapan pribadi. Data memang tak akan terlalu obyektif, namun anda akan mendapat pandangan lebih detil dari pelanggan.

Lihat kompetitor

Kompetitor anda mungkin sudah melakukan riset tertentu dan mengaplikasikannya. Maka, jika anda dan kompetitor sudah memiliki target audiens yang sama, coba amati dan belajar dari cara mereka melakukan proses komunikasi, promosi atau beriklan.

Lihat produk atau layanan yang lebih populer

Lihat pula produk atau layanan yang digunakan oleh target audiens anda, yang mungkin saja tidak berhubungan langsung dengan industri anda. Bagaimana brand ini mengambil posisi bagi pelanggan anda? Apa tipe pesan yang mereka gunakan?

Amati perbincangan sosial

Anda juga bisa mengamati perilaku calon pelanggan anda lewat berbagai perbincangan sosial atau di forum umum. Apa topik yang mereka sering ikuti? Dengan siapa pula mereka sering berinteraksi, dan mengapa?

Lagi, anda bisa mencontoh brand lain yang sudah sukses melakukan penyampaian pesan.

Amati interaksi dengan brand anda

Anda bisa menggunakan software atau memanfaatkan Google Analytics untuk mengamati perilaku konsumen di situs anda. Evaluasi pula seberapa target demografi anda berinteraksi dengan brand, misalnya dari komentar atau share konten di sosial media.

 

Sumber: Enterpreneur.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.