7 Brand UKM Beromset Milyaran di Instagram

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Membangun sebuah bisnis memang tidak semudah membalik telapak tangan, lantaran banyak perjuangan yang harus dilalui. Tak hanya butuh kerja cerdas, namun juga kerja keras, ketekunan, dan disiplin.

Kemunculan dan penggunaan internet yang masif di satu sisi memang banyak merontokkan industri media maupun iklan konvensional, namun di sisi lain juga mendorong munculnya para wirausaha baru skala UKM di berbagai bidang.

Tak jarang, meski awalnya hanya memulai usaha dengan memanfaatkan media sosial, banyak bisnis kreatif yang kemudian mendulang omset tak sedikit dari sana.

Internet telah mengubah perilaku masyarakat secara drastis. Mencari barang kebutuhan atau belanja sehari-hari pun tak perlu lagi capek-capek pergi ke pasar atau supermarket, hanya tinggal klik sana, klik sini, bayar, barang diantar, beres.

Berikut ini adalah beberapa brand UKM di bidang kreatif dan fesyen yang bisa membukukan omset menggiurkan dari Instagram:

1. Cotton Ink (Followers 473K)

ukm
sumber: instagram.com/cottonink

Mengembangkan label busana ready to wear bersama partner dengan ide di kepala masing-masing bisa dibilang bukan hal yang mudah. Namun, Carline Darjanto dan Ria Sarwono berhasil membuat label busana wanita Cotton Ink kian besar dan populer di kalangan anak muda setelah 8 tahun menjalani bisnis bersama.

Berawal dari berjualan online di jejaring Facebook sejak tahun 2008 lalu, kini Cotton Ink juga mengembangkan toko offline di Kemang dan Kota Kasablanka demi memfasilitasi para pelanggan setianya untuk lebih dekat.

Pesan mereka, bahwa untuk mempertahankan sebuah brand bagi UKM memang tidak mudah. Maka itu, penting membuat koleksi sesuai target pasar, mengerti apa yang konsumen inginkan, serta tak lupa fokus dan mempertahankan identitas.

2. Portblue Shoes (Followers 118K)

ukm
sumber: instagram.com/portblueshoes

Awalnya, Jangkar Bawono hanya bermodalkan Rp5 juta untuk membangun brand sepatu kulit asli bernama Portblue Shoes. Dengan ragam produk dan model sepatu, seperti boots, loafer, chukka, dan harga produk yang cukup terjangkau sekitar Rp400 ribu-500 ribu per pasang, kini bisnisnya sudah mampu memproduksi 2500 pasang sepatu per bulan. Dari jumlah produksi itu, Portblue mampu menjual 1500-1800 pasang per bulan.

Jangkar mengaku, sangat memanfaatkan pemasaran lewat Instagram untuk pengembangan bisnisnya itu. Bahkan, ia sempat didatangi tim Facebook dari (AS) untuk berbagi dengan pelaku UKM lain tentang tipsnya mengembangkan brand lewat media sosial. Dengan anggaran iklan sekitar Rp 50 juta per bulan, omset yang bisa dicapai pun bisa mencapai ratusan juta.

3. Vanilla Hijab (Followers 943K)

ukm
sumber: www.vanillahijab.com

Brand hijab yang satu ini bisa jadi adalah online shop Indonesia dengan pemilik followers paling banyak di Instagram. Brand yang digawangi kakak beradik, Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulina ini dimulai sejak tahun 2012 dengan mengambil barang jilbab di pasar grosir dan menjualnya secara online. Selama setahun, mereka menjalani model bisnis itu, hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan produksi sendiri.

Sayangnya, saat mulai produksi sendiri yang bermitra dengan sebuah konveksi, mereka malah mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Berkat dukungan orang tuanya, mereka bangkit dan terus belajar di bidang tersebut.

Promo yang awalnya hanya sekedar mention ke orang-orang di media sosial, akhirnya mulai menggadeng influencer dengan sistem kontrak. Tak heran, jika followers mereka di Instagram terus bertambah banyak. Kini, mereka mampu menjual sebanyak 1000 pcs per hari. Bisa dibayangin yah omsetnya berapa? 😀

4. Hijab Princess (Followers 539K)

ukm
sumber: www.hijabprincess.com

Hijab Princess semakin dikenal publik lantaran salah satu koleksi hijab motifnya, Sakura Scarf digunakan oleh seorang artis Korea Suzy Bae yang diberikan oleh fansnya dari Indonesia. Kabar itu pun menjadi viral dan pesanan terhadap motif scarf  hijab itu terus berdatangan. Dialah Roja Fitridayani sang pendiri Hijab Princess yang awalnya gemar belanja pashmina online. Motif-motif khas jilbabnya begitu disenangi para konsumen. Tak heran, jika followersnya terus merangkak naik. Toko onlinenya juga sudah memasok produk ke luar negeri, seperti Brunei, Malaysia, dan Australia.

5. Chic & Darling (Followers 102K)

ukm
sumber: instagram.com/chicanddarling

Setelah berumah tangga dan memiliki anak, mantan pekerja media Keke Kania sempat merasa stres lantaran tak lagi memiliki kesibukan seperti dulu. Berawal dari rasa itu, akhirnya ia memutuskan membuat barang-barang craft untuk keperluan rumah tangga. Seiring berjalannya waktu, usahanya pun terus berkembang melayani para pelanggan. Kendala yang ia hadapi awalnya adalah mengelola keuangan usaha. Kini Chic & Darling menjadi salah satu brand  populer menawarkan produk-produk unik, seperti tas, sarung bantal, selimut, keset, seprai dan kebutuhan rumah tangga lainnya dengan motif-motif unik dan lucu.

6. Chiel Shoes (Followers 169K)

ukm
sumber: instagram.com/chielshoes

Sepatu dengan brand Chiel ini dikenal mengutamakan desain unik sehingga selalu disukai para pemakainya karena membuat mereka tampil beda, namun tetap modis. Tak hanya unik dari sisi desain, namun juga sol sepatu yang tak biasa. Ragam seri model pun rutin diluncurkan untuk tetap membuat para pelanggannya setia, misalnya saja seri Widow, Pinka, ata Pompi. Untuk semakin melebarkan sayapnya, brand sepatu asal Bandung ini juga bekerja sama dengan concept store di Jakarta serta mengikuti banyak perhelatan fashion show. Pemasaran produknya tak hanya di Indonesia, tetapi juga ke luar negeri, seperti Jepang.

7. Erigostore (Followers 343K)

ukm
sumber: instagram.com/erigostore

Erigo yang berdiri sejak tahun 2010 lalu, awalnya membuat dan memasarkan produk batik kasual. Namun, sejak tahun 2015 lalu, sang pendiri sekaligus CEO Muhammad Sadad membuat strategi baru dengan me-rebranding posisi Erigo sebagai fesyen yang mengusung konsep street style dan traveling.

Hal ini disadari mengingat traveling merupakan kebutuhan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama anak mudanya. Tentu saja, kebutuhan traveling banyak dicari mereka yang kerap melakukan perjalanan.

Menurut pria yang tak sempat menyelesaikan jenjang sarjananya ini, Erigo tak hanya ingin sekedar menyediakan  pakaian traveling, namun juga kebutuhan gaya si pemakainya. Demi menaikkan penjualan, Erigo pun menggandeng penyanyi Lala Karmela sebagai brand ambassador. Omset yang dibukukan per tahun pun mencapai puluhan miliar rupiah. Wow!

 Berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published.