6 Alasan Mengapa Produk Gagal di Pasaran

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
produk
dok. pixabay

 

Bagi banyak perusahaan, mengembangkan ide bisnis miliaran merupakan salah satu hal yang cukup krusial. Namun, inovasi tidaklah mudah. Ketika perusahaan meluncurkan sebuah produk baru, tetap saja ada kemungkinan gagal.

Kajian menunjukkan, dari tujuh ide produk, mungkin hanya satu yang benar-benar berhasil di pasaran. Produk baru memiliki tingkat kegagalan 25-45 persen. Ini bisa memakan banyak biaya baik untuk riset, pengembangan dan sumber daya pemasaran.

Kegagalan produk di pasaran, karena tidak mampu memenuhi kebutuhan konsumen di pasaran atau mungkin lantaran waktu yang tidak tepat dan kurang keberuntungan. Memahami mengapa produk dapat gagal akan membantu anda untuk lebih menyiapkan diri. Berikut adalah beberapa alasan yang dapat anda pelajari;

Menanyakan sesuatu yang salah pada pengguna

Wawancara pengguna atau konsumen merupakan bagian penting dan dasar untuk mendesain produk yang baik, namun anda pun harus menanyakan hal yang tepat. Jika berjalan baik, pertanyaan anda membuka dan memberi petunjuk hal-hal yang tak terpikirkan sebelumnya. Pertanyaan yang salah tentu akan menghasilkan konklusi yang tidak valid dan produk yang tak dibutuhkan konsumen.

Inkonsistensi UX/UI

Anda ingin menciptakan kembali pola antarmuka yang unik ? Pikirkan lagi. Inkonsistensi antar muka  pengguna sering kali menghasilkan kebingungan dan frustrasi. Maka, desain yang mulus memungkinkan kanal yang lebih sederhana dan mampu meningkatkan kredibilitas. Tak peduli seberapa luar biasa produk anda, jika pengguna tidak mampu merasakan manfaat langsungnya, maka sudah dipastikan produk ini bisa gagal.

Melewatkan validasi produk

Validasi produk merupakan langkah paling penting untuk menghindari terbuangnya waktu dan uang hanya untuk membuat produk yang akhirnya tidak diinginkan oleh siapa pun. Hal ini dapat membantu menyaring ide-ide dan pandangan baru tentang calon konsumen anda. Kegagalan produk dapat memengaruhi operasional bisnis secara keseluruhan.

Strategi SEO yang salah

Segala sesuatu yang ingin kita cari saat ini sudah tak dapat dimungkiri lagi hanya dengan ketikan jari-jari di mesin pencari. Strategi Search Engine Optimization (SE0) yang tepat memungkinkan pelanggan untuk mencari kebutuhannnya lewat produk yang ditawarkan. Jika tidak, maka anda pun akan kehilangan peluang untuk ditemukan oleh jutaan pengguna internet setiap harinya.

Penggunaan sosial media yang tidak efektif

Sosial media telah mengubah bagaimana kita menawarkan produk dan jasa. Facebook, misalnya, telah membuat platform yang memungkinkan perusahaan membangun aplikasi sosial sendiri di mana bisa mengintegrasikan sosial dan proses bisnis. Maka, anda perlu belajar lebih dalam bagaimana menggunakan sosial media secara efektif. Pastikan, saat anda investasi waktu, tenaga, dan uang untuk melakukannya, anda mampu menghasilkan ROI alias Return on Investment sesuai waktu yang ditargetkan.

Tenggelam dalam data-data

Setiap bisnis memiliki banyak data, yang dikumpulkan setiap harinya. Namun, tak akan ada gunanya semua data itu, jika anda tidak memiliki pandangan yang tepat pula. Mencoba memahami seluruh data secara sempurna tentunya sangat memakan waktu. Menempatkan keputusan produk atau menebak-nebak dibanding analisis berbasis fakta sama dengan meninggalkan sukses produk anda ke peluang acak.

Mulai sukses anda di sini

Mempelajari dasar manajemen produk lewat buku atau artikel tentu saja tidak cukup. Cara terbaik? Belajarlah dari para ahli yang sudah memiliki pengalaman di bidang tersebut. Pastikan pula, memilih produk atau jasa sesuai personal value kita, pesan yang ingin anda sampaikan atau perjuangkan baik untuk diri sendiri dan orang lain. Karena segala sesuatu yang “long lasting” itu selalu genuine datang dari hati 🙂

*Techinasia

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.