5 Profesi Seru yang Jarang Dikenal di Dunia Fesyen

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun

Jika anda termasuk seseorang yang cukup terobsesi sejak lama untuk bekerja di industri fesyen, pernahkah terbayang profesi selain model, desainer, atau fotografer?

The Devil’s Wears Prada (2006) adalah salah satu film yang mengangkat sisi lain dari glamornya industri fesyen, jika anda masih ingat tokoh utamanya adalah seorang pemimpin redaksi majalah fesyen ternama. Ya, menjadi seorang fashion journalist bisa jadi alternatif profesi yang cukup menyenangkan bukan?

Namun, sebetulnya masih ada beberapa pekerjaan di belakang layar yang memainkan peran cukup vital dalam industri ini. Mungkin anda berminat menjadi salah satunya;

Ahli kimia kosmetik

ahli kmia
dok.chemist corner

Profesi ini mungkin tidak setenar seorang hairstylist selebriti, tapi apa yang mereka lakukan sangat penting bagi dunia kecantikan. VP sales dan inovasi di sebuah perusahaan perawatan rambut Aware Products Ni’Kita Wilson mengatakan, menjadi cosmetic chemist memiliki tiga tugas utama yakni, riset, trendspotting, dan formulasi.

Riset berguna agar produk baru yang diciptakan belum dipatenkan di pasaran serta memutuskan kandungan kimia apa saja yang diperlukan untuk pembuatan produk akhir. Sedangkan, trendspotting merupakan aktivitas memahami tren yang sedang “in” di pasaran, misalnya dengan mengunjungi penyedia bahan mentah.

Langkah terakhir adalah formulasi, di mana masuk dalam tahapan pembuatan produk. “Di sinilah, keajaiban terjadi yang akhirnya sebuah riset menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan. Ketelitian menjadi bagian penting proses ini,”kata Ni’Kita.

Pembuat natural dye

natural dye
dok. honeycombers

Di Indonesia, kita sering menjumpai beberapa produk fesyen yang diolah menggunakan teknik natural dye alias pewarnaan alami dengan sari buah belakangan terakhir. Salah satu brand pionir yang cukup dikenal adalah Kana Goods dengan ragam produk natural dye-nya.

Nah, jika anda termasuk orang yang ingin terlibat dalam produksi fesyen yang etis dan ramah lingkungan, namun tak ingin memiliki brand sendiri, mungkin anda bisa mengikuti jejak Maria Elena Pombo.

Setelah belajar desain fesyen di Parsons dan bekerja di bagian technical design di Michael Kors, ia memulai eksperimen natural dye-nya di waktu senggang untuk membantu teman prianya yang akan meluncurkan lini tas.

“Saya berharap warnanya bisa lembut, namun cukup merepresentasikan semangat, dan saya sangat jatuh cinta dengan prosesnya,”kata Pombo.

Copywriter

copywriter
dok. pixabay

Dalam industri periklanan, profesi copywriter memegang peran penting. Namun, bagaimana di industri fesyen? Copywriter di industri fesyen memang jarang terdengar kiprahnya, namun jika anda belanja online ke sebuah situs, pernahkah terpikir orang yang berjasa membuat deskripsi produk yang begitu menggoda?

Sharon Weissburg, seorang copywriter yang telah bekerja untuk Uniqlo, La Garconne, dan Totokaelo, masuk ke industri fesyen lantaran menemukan banyak penulisan fesyen yang tak memuaskan.

“Sebetulnya, saya ingin jadi jurnalis dan sempat sekolah di bidang itu, namun karena banyak berita  dan penulisan editorial yang dibuat berat sebelah, saya merasa jadi orang yang tak jujur. Tapi, di sisi lain, saya juga tak siap menulis fiksi, saya merasa hilang arah,”katanya.

Maka, ketika ada tawaran magang di kampus untuk penulis konten belanja di sebuah situs e commerce, di sinilah gerbang pertamanya berkarir di bidang ini. Kini, ia banyak menulis untuk riteler fesyen mewah, dan sangat mencintai pekerjaannya. “Saya merasa benar-benar menikmati proses ini, membuat saya tetap rileks dan menulis dengan bijak,”ujarnya.

Pengembang produk

pengembang produk
dok. fidm

Siapa yang pertama kali memunculkan ide kemasan ikonik pink dan hijau untuk Maybelline lash mascara? Tentu saja, mereka perlu berterima kasih pada para pengembang produk.

Senior VP pengembangan produk di Urban Decay, Amy Zunzunegui, mengatakan, timnya bertugas membuat konsep produk dari awal. Dimulai dari konsep, kemasan, desain, formula, nama, logo, dan karya seni lainnya.

Sebelum berkarir di Urban Decay, ia sempat bekerja di bagian pembelian (purchasing) di sebuah perusahaan. “ Ini memberi saya perspektif yang baik, terhadap negosiasi harga, produksi, dan tenggat waktu. Kemampuan ini saya rasa sangat penting ketika kita mengembangkan sebuah produk,”ujarnya.

Pengumpul arsip

pengumpul arsip
dok. gallery system

Tukang arsip mungkin adalah profesi yang biasa kita kenal di dunia perpustakaan. Tapi percayakah, bahwa profesi ini juga bisa eksis di industri fesyen?

Demi warisan sebuah brand yang membawa nostalgia tersendiri, sudah semestinya segala obyek yang berhubungan dengan masa lalu berdirinya brand, bisa disimpan dengan baik untuk mengenang sejarahnya. Inilah tugas seorang pengumpul arsip.

Erin Narloch, seorang lulusan seni sejarah yang sempat bekerja beberapa tahun di museum memimpin tim pengumpul arsip di Reebok. Tugasnya adalah mengumpulkan, merawat, dan mencari sejarah Reebok untuk kepentingan brand.

“Tim kami terdiri dari para spesialis yang fokus pada area pengumpulan arsip, termasuk sepatu, pakaian, atau material iklan dan promosi. “Semuanya dikumpulkan untuk melihat jejak perusahaan dari masa lalu,”katanya.

“Saya sangat senang melihat kembali obyek-obyek dan berbagai kisah lalu yang mereka ceritakan,”ujarnya.

Gimana seru dan asyik kan, mana profesi yang paling menarik? 🙂

Dok. fashionista

Leave a Reply

Your email address will not be published.