5 Contoh Kampanye Branded Content Memikat Ketimbang Iklan Tradisional

 

branded content
sumber: adage

Iklan selalu ada di mana-mana. Sejak dulu dari mulai media cetak, radio, televisi, billboard, banner media online hingga kini masuk ke ruang privasi kita seperti timeline media sosial, SMS dan email. Beragam informasi yang menjejali mata, telinga dan pikiran kita dalam sepersekian detik, membuat daya ingat seseorang terhadap suatu brand atau merk perusahaan juga semakin minim. Terlebih jika cara komunikasinya juga cenderung standar-standar saja.

Maka itu, strategi branded content juga semakin banyak dipertimbangkan perusahaan. Branded content sendiri pada dasarnya merupakan konten yang tidak menyerupai iklan tradisional di mana cenderung terang-terangan menjual fitur atau spek. Seperti halnya content marketing, strategi ini lebih berupa artikel, video, podcast atau elemen hidup lainnya yang mampu membawa nilai relevan kepada konsumen. Tujuannya, adalah menarik perhatian calon prospek dan membangun interaksi organik lewat konten.

Dikutip dari Medium, survei Nielsen mengindikasikan bahwa 86 persen orang cenderung mengingat branded content, sementara hanya 65 persen saja yang mengingat iklan reguler. Kini, branded content semakin menggeliat di mana 86 persen perusahaan B2C banyak mempekerjakan tim pemasaran konten demi membangun narasi berkualitas.

Meski, platform media berkembang begitu masif sekarang, namun kampenye model branded content bukanlah sebuah tren baru. Menurut Brian Clark, CEO Copyblogger, branded content sudah dikembangkan sejak tahun 1940-an, bahkan sebelumnya. Saat itu, sudah jamak sebuah acara memiliki sponsor istimewa, atau sebuah brand yang membuat konten sendiri.

Tahun 1970-an misalnya, Procter and Gamble sudah membuat mini seri sendiri. Mereka tak hanya mensponsori acara, tapi juga memproduksi acara, seperti Guiding Light and As The World Turns. Kampanye model branded content ini juga bisa dilakukan kemitraan antara brand dan media mainstream.

Bagi perusahaan yang tidak memiliki tim kreatif sendiri, tentu jalinan kemitraan tersebut akan sangat membantu terciptanya kesadaran brand. Misalnya, beberapa contoh kampanye berikut mungkin bisa menjadi sumber inspirasi bagi kita.

1. Kesetaraan musik: Vice + Smirnoff

branded content
sumber: Vice

Selama ini, Vice selalu dikenal sebagai media yang dekat dengan kehidupan anak muda. Pun, kala mereka mempublikasikan musik elektronik lewat kanalnya, Thump, menemukan bahwa ternyata hanya 17 persen kaum perempuan yang berpartispasi dalam festival musik elektronik tersebut. Mereka pun berkolaborasi dengan merk minuman vodka, Smirnoff untuk menciptakan konten berdampak demi mencapai misi naik dua kali lipatnya partisipasi perempuan dalam musik elektronik.

2. Mengejar momentum: National Geographic + Tourism New Zealand

branded content
sumber: mediapost

Bersama Selandia Baru, kampanye ini mencakup semua aspek hiburan, seperti selebriti, pemandangan keren, makanan, dan festival yang mengajak orang di tiap musim. Melibatkan aktris dan pembuat film Bryce Dallas Howard, seri video dan artikel National Geographic akan membawa audiens menjelajah  keindahan Selandia Baru dan hal-hal keren yang bisa dilakukan di sana.

3. Orange is the New Black: The New York Times + Netflix

branded content
sumber: metro

Layanan streaming Netflix juga tak mau kalah melakukan kampanye branded content. Mereka menulis artikel tentang narapidana wanita di The New York Times. Konten tersebut terkait dengan upaya mempromosikan serial mereka Orange is the New Black. Namun artikel tidak bicara tentang serial tersebut, melainkan tentang isu nyata dan fenomena yang dihadapi para tahanan wanita. Artikel tersebut telah dibaca setidaknya 1 juta orang ketika diterbitkan. Semakin banyak orang tertarik di topik tersebut, makin banyak pula penonton serial tersebut.

4. Inspirasi Jepang: Great Big Story + All Nippon Airways

branded content
sumber: greatbigstory.com

Great Big Story kerap menayangkan cerita-cerita orang biasa yang mengagumkan, sekaligus mengingatkan kita betapa storytelling punya kekuatan untuk mempromosikan sebuah brand. Saat berkolaborasi dengan salah satu maskapai penerbangan Jepang, mereka pun merulis video yang menarasikan mengapa Jepang menjadi destinasi unik sesungguhnya, dengan fokus pada tiap aspek keseharian manusia untuk lebih menginspirasi audiens.

5. Petualang: Men’s Health + Fitbit

branded content
sumber: mediapost

Dalam kemitraan ini, penulis Clint Carter ditugaskan untuk menguasai tiga jenis olahraga ekstrem hanya dalam waktu 5 hari, sembari menggunakan Fitbit (sebuah produk teknologi yang mampu mengukur detak jantung, langkah kaki, kualitas tidur, serta metrik lainnya terkait kegiatan fitnes). Aksi tersebut dibuat dalam seri artikel, film pendek, dan tulisan feature 1 halaman penuh di majalah Men’s Health. Seperti kita tahu, Men’s Health begitu kuat dengan potensi konsep tersebut, hingga mereka melobi idenya kepada Fitbit.

 

Sumber: Adage/Medium

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.