5 Contoh Eksekusi Tribe Marketing Lewat Kampanye Iklan

VW
sumber: hubspot

Dari era revolusi industri hingga revolusi teknologi, akhirnya kita memahami bagaimana dunia berubah begitu cepat. Namun, selama masa panjang peralihan era tersebut, ada satu aspek mendasar kebutuhan manusia yang tak pernah berubah atau lekang oleh waktu.

Aspek itu adalah tribe (suku) di mana secara historis dimaknai sebagai sekelompok orang, terdiri atas kerabat yang saling terikat satu sama lain atas tujuan yang sama untuk bertahan hidup sekaligus merawat generasi selanjutnya.

Seiring berjalannya waktu, konsep tribe ini juga banyak diadopsi para pemasar untuk mendefinisikan para individu yang saling terikat atas ketertarikan sosial yang sama. Di era internet, kita pun dengan mudah menemui beragam tribe ini, misalnya kelompok pecinta anjing atau hewan, kelompok vegetarian, klub mobil mewah Porsche atau Ferarri, klub sepeda dan masih banyak lagi.

Dengan tidak terbatasnya ketertarikan manusia terhadap banyak hal, tentu saja tidak ada jumlah pasti berapa banyak tribe yang ada sekarang ini. Maka, tak heran jika banyak perusahaan/brand yang menarget para tribe lewat ragam kampanye iklan/pemasaran yang menarik.

Berikut adalah beberapa contoh kampanye terbaik sepanjang masa yang menargetkan kelompok individu secara spesifik di mana turut berdampak pada kinerja brand bahkan masih diingat sekian tahun lamanya oleh audiens.

1. Nike: Just Do It

nike
sumber: fubiz

Tahukah kamu jika produk-produk Nike sejak dulu kerap melayani secara eksklusif para pelari marathon? Namun, saat itu penjualan produk Nike masih kalah dibanding kompetitornya, Reebok. Divisi pemasaran Nike pun sadar akan hal tersebut, dan mulai menyusun rencana bagaimana memanfaatkan pasar olahraga dengan maksimal.

Hingga lahirlah sebuah tagline legendaris di akhir tahun 1980-an, “Just Do It” yang hingga kini masih digunakan Nike dalam setiap kampanye produk terbarunya. Dan, boom kampanye mereka sukses besar. Penjualan Nike pun melonjak tajam dalam 10 tahun, dari 800 juta dolar pada tahun 1988 menjadi 9,2 miliar dolar pada 1998.

“Just Do It” merupakan slogan pendek sekaligus manis lantaran punya kekuatan rasa yang relevan tak cuma bagi atlet, tapi bagi siapa pun yang tengah berjuang. Slogan ini bertujuan membuat setiap dari kita tetap maju hingga titik darah penghabisan.

2. Coke: Share a Coke

coke
sumber: Cocacola

Syrup (1999), sebuah novel yang kemudian diadaptasi menjadi film bertema marketing (2013) mungkin terinspirasi dari persaingan bebuyut (Cola War) antara Coke dan Pepsi. Film yang dibintangi Amber Heard ini sebetulnya sedikit membosankan karena minimnya tensi konflik, namun banyak catatan penting tersirat di balik kesuksesan sebuah kampanye yang layak dicermati. Imej dan personalisasi.

Hal inilah yang dilakukan Coca Cola untuk semakin menggaet minat para pelanggannya. Mereka mulai melakukan pendekatan individu dengan menaruh nama pelanggan mereka di setiap botol. Kampanye bertajuk “Share a Coke” ini dimulai di Australia pada 2011, di mana Coca Cola melakukan personalisasi tiap botol dengan nama-nama paling populer di negeri Kangguru itu.

Para pelanggan bahkan bisa memesan botol custom di situs resmi Coke dengan nama panggilan atau logo kampus. Kampanye ini pun menjadi salah satu cerita sukses dalam industri periklanan.Banyak konsumen merasa tertarik, namun di sisi lain juga mempertanyakan, mengapa Coke membuat item sementara ini?

Penggemar Coca Cola adalah pembeli reguler, maka perusahaan berani mengambil langkah lanjut untuk membuatnya lebih personal. Rasa penasaran yang muncul menunggu nama yang keluar lewat vending machine merupakan hal menyenangkan, bahkan mendorong mereka untuk “share a Coke, dengan siapa pun orang yang namanya tertera di botol.

3. Volkswagen: Think Small

VW
sumber: hubspot

Banyak para profesional periklanan menyebut kampanye Volkswagen “Think Small” sebagai standar emas. Dibuat pada tahun 1960 oleh agensi legendaris Doyle Dane & Bernbach (DDB), kampanye tersebut memicu sebuah jawaban atas pertanyaan: Bagaimana kamu mengubah persepsi tak hanya tentang produk, tapi juga sekelompok orang?

Maklum saja, orang Amerika punya kecenderungan membeli mobil-mobil berkapasitas besar buatan AS sendiri. Bahkan, hingga 15 tahun setelah tipe mobil WWII berakhir, rata-rata orang Amerika juga enggan membeli mobil Jerman yang lebih kecil. Lalu, apa yang akhirnya dilakukan Volkswagen untuk kampanye di media cetak?

Mereka berupaya memainkan ekspektasi audiens. “You think I’m small? Yeah, I am”, di mana bermakna “less gas, less insurance, serta less maintainence”  yang digambarkan lewat copywriting memikat serta latar visual mayoritas polos agar pembaca fokus pada mobilnya.

Alhasil, kampanye iklan ini menjadi salah satu yang terkenal di masanya. Tak hanya itu, iklan tersebut juga mengerek penjualan VW hingga mampu membangun brand loyalty hingga berpuluh tahun lamanya.

Hikmah dari kampanye ini? Mereka tidak pernah mencoba sesuatu yang bukan diri mereka. Jangan berusaha menjual perusahaan, produk, atau jasa berlebihan, karena pada dasarnya konsumen sangat mengapresiasi kejujuran dan otentisitas.

4. Procter & Gamble: Thank You, Mom

P&G
sumber: campaign US

Bagaimana sebuah perusahaan produk rumah tangga (consumer goods) menggaet perhatian audiensnya? P&G berhasil membuat para audiens menyeka air mata setelah menyaksikan iklan televisi yang begitu memainkan emosi ini.

Iklan bertema keluarga ini mengangkat kisah seorang atlet Olimpiade yang selalu mendapat dukungan penuh sang ibu untuk menggapai impiannya. P&G cukup cerdas memanfaatkan peluang Olimpiade London tahun 2012 lalu dengan merilis pesan iklan yang begitu kuat.

Menurut Chief Financial Officer (CFO) P&G Jon Moeller, kampanye global ini sukses mengerek penjualan produk-produk P&G secara signifikan sebesar 500 juta dolar. Pada dasarnya, P&G ingin mengajak konsumen untuk mengajak ibu mereka mengatakan apa yang diinginkan kepada anaknya disertai janji untuk memenuhinya saat Hari Ibu di bulan Desember.

Tak heran, jika iklan kampanye ini banyak meraih penghargaan bahkan disebut oleh Advertising Age (Adage) sebagai salah satu Top 100 kampanye iklan terbaik sepanjang abad 21.

5. Revlon: Your Lips Can Save Lives

revlon
sumber: eonline

Seiring makin meningkatnya kesadaran masyarakat atas penggunaan bahan kimia beracun dalam kosmetik serta implikasinya terhadap kesehatan, akhirnya mendorong perusahaan global Revlon untuk memperbarui kandungan kosmetiknya.

Direktur Campaign for Safe Cosmetics sekaligus direktur program dan kebijakan Breast Cancer Fund Janet Nudelman berterima kasih terhadap jutaan wanita yang percaya bahwa bahan kimia dalam kandungan kosmetik sangat berhubungan erat dengan risiko kanker dan kelahiran cacat.

Sungguh, sebuah harga yang harus dibayar mahal demi menjadi cantik. Ia pun mengapresiasi langkah Revlon yang mengakomodasi pesan terkait kosmetik aman di mana diharapkan langkah tersebut juga diikuti oleh perusahaan raksasa kosmetik lainnya.

Dalam kampanye terbaru Your Lips Can Saves Lives itu, Revlon menggandeng dua aktris peraih Oscar, Emma Stone dan Halle Berry sebagai ambasadornya untuk mengajak kaum wanita lebih sadar akan risiko kanker payudara (Breast Cancer Awareness). Dalam salah satu versi kampanye mereka, juga menampilkan foto Stone bersama sang ibunda yang merupakan penyintas kanker.

 

Medium/Hubspot/Cosmopolitan

Leave a Reply

Your email address will not be published.