5 Cara Dukung Bisnis Hijau Fesyen

Banner : Pelajaran Online 1,5 tahun
eco fashion
Koleksi perancang Stella McCartney. Dok. Stylecaster.com

Di Indonesia, fesyen merupakan salah satu sektor penopang yang kuat di lini industri kreatif. Hal ini terlihat dari nilai ekspor yang menunjukkan tren cemerlang dari tahun ke tahun serta konsumsi yang cukup baik di dalam negeri. Tak heran ya, makin banyak saat ini kalangan muda yang menggeluti industri yang sedang naik daun ini.

Namun, satu hal yang menjadi sorotan saat ini hingga ke depan adalah tren fesyen global yang sudah cukup peka terhadap faktor sosial dan lingkungan. Inilah yang akan menjadi tujuan industri fesyen Indonesia ke depan untuk menggalakkan ethical fashion alias industri fesyen yang lebih beretika.

Laporan dari organisasi non-profit Earth Pledge menyebut, setidaknya terdapat 8.000 jenis bahan kimia yang digunakan untuk mengolah bahan mentah menjadi tekstil. Tidak hanya itu, 25 persen pestisida dunia digunakan untuk menumbuhkan tanaman kapas non-organik.

Berminat membangun bisnis fesyen sendiri? Yuk, berbisnis cerdas dan tepat. Tidak hanya untuk menghemat pengeluaran, tapi juga turut berpartisipasi menjaga lingkungan tercinta. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk berbisnis ramah lingkungan alias bisnis hijau;

Memilih bahan baku

Bisnis ramah lingkungan fesyen, bisa dimulai dari pemilihan bahan baku yang alami, seperti tumbuhan , biota laut, atau bahan apa pun yang tidak ada unsur merusak atau menyakiti. Pemanfaatan serta alam maupun daun gugur juga bisa dijadikan pewarna. Penggunaan serat alami dan selulosa selain kapas, di antaranya juga rami, bambu, jagung,serat nanas, serat pisang dan lainnya. Sedangkan, penggunaan protein alami, seperti sutera, bulu unta, wol, kasmir, dan lainnya.

Produk daur ulang

Selain pemilihan bahan baku, proses pengolahan dan pembuatan produk itu sendiri juga menjadi perhatian dari bisnis yang ramah lingkungan. Coba untuk manfaatkan bahan bekas yang masih bisa dipakai, misalnya membuat shopping bag dari sisa-sisa potongan kertas atau kemasan produk tertentu. Dengan bermodal kreativitas, maka tampilannya pun tak akan kalah dengan produk baru.

Perhatikan lingkungan sosial

Selain faktor lingkungan, ada juga faktor sosial yang harus diperhatikan pelaku bisnis hijau fesyen. Salah satunya, dengan memerhatikan kesejahteraan pengrajin dan buruh di industri ini serta menerapkan perdagangan yang adil (fair trade).

Pilih produk lokal

Tidak hanya para produsen yang harus diedukasi mengenai industri fesyen yang berkelanjutan, namun juga kalangan konsumen. Dengan membeli produk lokal, selain menunjukkan cinta pada kekayaan negeri sendiri, juga membantu meminimalisasi pencemaran udara atau perairan karena pengiriman produk dari suatu negara ke negara lain yang menggunakan transportasi dengan bahan bakar tertentu.

Manfaatkan teknologi

Tak perlu membuang-buang kertas untuk mencetak brosur promosi. Dengan kemajuan teknologi saat ini, tentu jauh lebih baik untuk memanfaatkan informasi dan promosi lewat jalur digital. Anda pun bisa merancang berbagai strategi promosi di berbagai sosial media, seperti facebook, twitter, Instagram dan lainnya. Selain praktis, kita pun juga membantu meminimalisasi penggunaan kertas di mana bahan baku utamanya adalah kayu hasil tebang hutan.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.